Penyelundupan Narkoba, Geram Jateng Minta Penjagaan Lapas Diperketat

KBRN, Semarang : Upaya penyelundupan narkoba, baik sabu maupun psikotropika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang masih sering terjadi dan ditemukan. 

Mengantisipasi hal itu, aktivis antinarkoba Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah meminta ke Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan seluruh petugas lain didalam lapas untuk lebih memperketat dalam melakukan penjagaan maupun pengawasan. 

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah Havid Sungkar kepada RRI, Kamis (15/4/2021). 

"Kami minta dan berharap kepada Kalapas dan petugas lain untuk super ekstra ketat dalam menjaga dan mengawasi didalam lapas maupun diluar. Jangan sampai narkoba bisa masuk ke dalam lapas," ujarnya.

Ia menambahkan, pengetatan penjagaan dan pengawasan tidak hanya dilakukan didalam lembaga pemasyarakatan, namun bagi pengunjung tamu seperti keluarga maupun kerabat dari warga binaan juga dicek saat hendak masuk ke lapas. 

"Jadi semua barang-barang yang dibawa atau dikirim dari luar memang harus ekstra diperketat dan dicek sebelum masuk ke dalam. Sehingga barang haram dan barang yang dinilai mencurigakan tidak bisa masuk ke dalam lapas," pungkasnya.

Menurut dia, upaya memperketat tersebut sebagai langkah meminimalisir dan mengantisipasi penyelundupan barang haram didalam lembaga pemasyarakatan.

Seperti diketahui, upaya penyelundupan psikotropika terjadi di Lapas Kelas I Semarang pada Selasa, 13 April 2021. Beruntung, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang Riski M Ridwan berhasil menggagalkannya.

Kejadian berawal pada saat petugas hendak bertugas menuju pos atas melewati branggang tembok. Ketika itu, ia menemukan psikotropika tersebut dalam bentuk bungkusan hitam berjumlah dua bungkus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00