Camat, Kades, Istri Mantan Kades dan Pendamping PKH Jadi Tersangka Korupsi

KBRN, Bangkalan: Sore itu sejumlah awak media kompak mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Jalan Soekarno Hatta, untuk melakukan tugas peliputan, sesuai informasi yang diterima sebelumnya “Ada penetapan dan penahan tersangka”.

Setelah beberapa jam menunggu lamanya petugas Kejari turun dari tangga lantai dua dengan menggunakan pakaian preman koas warna kuning di belakangnya ada dua orang yang menggunakan rompi warna orange dengan di kawal 3 petugas Kejari berpakai dinas.

Dari dua pria yang ber rompi orange satu diantaranya masih menggunakan baju keki yang berlogo Pemkab Bangkalan membawa amplo coklat berusaha di tutupkan ke mukanya untuk menghindari sorotan camera awak media yang sedang menunggunya.

Pertanyaan yang dilontarkan dari sejumlah awak media tidak medapat jawaban sepatah katapun memilih bungkam, satu tangan tersangka dengan satu tangan tesangka lain di borgol dengan raut muka lusuh menuju mobil yang sudah disiapkan di depan kantor Kejari untuk membawanya menuju rumah tahanan.

“Hari ini kami menetapkan dua tesangka dan melakukan penahanan atas penyalahgunaan dana desa (DD) tahun 2021 di Desa Tanjung Bumi dan dua tesangka penyalahgunaan dana PKH di Desa Kelbung Kecamatan Galis,” kata Deddy Franky, Kasi Intel Kejari Bangkalan usai melakukan penetapan tesangka. Selasa (28/6/2022)

Deddy mejelaskan, tersangka dalam kasus menyalah gunaan Dana Desa (DD) atau APBdes 2021 di Desa Tanjung Bumi,Kecamatan Tanjung Bumi, yaitu MR Kades Tanjung Bumi dan AA Camat Tanjung Bumi dengan temuan awal kerugian Negara sebesar Rp. 300 Juta.

“Hasil pemeriksaan satu saksi juga di tetapkan sebagai tersangka, modusnya ada pekerjaan fisik tidak sesuai velume. Peran Camat berkewajiban melakukan pemantauan dan evaluasi dalam penyaluran DD. Namun faktanya yang di temukan ada beberapa pekerjaan fisik yang di kerjakan di tahun 2021-2022 kekurangan volume atau kelebihan pembayaran, camat tidak melakukan pemantauan atau evaluasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rata-rata pekerjaan fisik berupa pengaspalan jalan di 7 titik yang menyelahi prosedur, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain.

“Tujuh titik pekerjaan fisik itu 4 titik di kerjakan di tahun 2021 dan 3 titik dikerjakan di tahun 2022 tanpa ada musyawarah Desa terlebih dahulu,” kata Deddy.

Di hari yang sama kata pria berparas lembut itu, juga menetapkan dua orang tersangka lain dan melakukan penahanan dalam kasus yang berbeda yaitu penyalahgunaan dana PKH (Program Keluarga Harapan) dari Kemensos  di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, dengan kerugian Negara kurang lebih Rp. 2 Miliar.

“Tersangkanya NZ sebagai pendimping PKH dan SU istri mantan Kedes Kelbung, Galis, modusnya semua kartu diambil dari penerima PKH yang sebenarnya dan dicairkan sendiri, kartu itu di pegang istri mantan kades Kelbung dan sebagian di pegang oleh pendamping PKH, ini terjadi mulai tahun 2017 sampai 2021 dari total 300 orang penerima PKH,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar