Miris..! Kondisi SDN Bandung 2 Konang Bangkalan Memprihatinkan

Ruang Kelas 4 SDN Bandung 2 Konang Bangkalan (RRI/Miftah)

KBRN, Bangkalan: Bangunan gedung sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kondisnya masih banyak yang memprihatinkan khususnya yang ada di sejumlah plosok desa, salah satunya terjadi di SDN Bandung 2 Kecamatan Konang, atap asbes raung kelas ambruk tinggal karangka, kulit tembok banyak yang mengelupas dan tidak terawat, bahkan sebagian ruang kelas tidak ada pintu dan jendelanya.

Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Bangkalan Mahmudi Ibnu Khotib usai malukan sidak di SDN Bandung 2 mengatakan, sidak dilakukan tidak lain untuk memantau proses belajar mengajar dan melihat kondisi fisik bangunan khususnya yang ada di sejumlah plosok desa.

“Tujuanyan untuk mensingkronkan dengan data yang ada di dapodik, karena ada sekolah yang rusak tidak dilaporkan dengan kondisi yang sebenarnya, di SDN Bandung 2 ada raung kelas kondisinya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak,” ungkapnya. Senin (7/3/2022)

Menurut Mahmudi, dengan kondisi ruang kelas yang jauh dari kata layak para siswa dan guru ketika terjadi hujan deras di sertai angin sangat ketakukan di khawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Tentunya dengan melihat kondisi yang seperti ini kami meminta kepada para pihak terkait untuk dapat memperhatikan kondisi sekolah-sekolah khsusunya yang ada di sejumlah plosok desa demi kenyamanan dalam keberlangsungan proses belajar mengajar, hasil pantaun di lapangan masih banyak gedung sekolah dasar di sejumlah kecamatan kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapla Bidang (Kabid) Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Tendik) Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Moh Toha, mengakui ada sebagian gedung ruang kelas kondisinya yang memprihatinkan, untuk sementara waktu belum bisa dilakukan rehab total karena masih terkendala dengan legalitas status kepemilikan tanah.

“Untuk di SDN Bandung 2 laporan di dapodik sudah melakukan pembenahan, karena selama ini ada sebagian sekolah di dapodiknya ada yang salah entri yang dilakukan operator, semisal dengan kondisi tidak layak di entri masih layak, kedepannya akan dilakukan perbaikan meski tidak dilakukan rehab total,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar