Beri Perlindungan Sosial Pada Petani, Dinas Pertanian Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Sosialisasi Jaminan Sosial Kepada Petani

KBRN, Bangkalan: Untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada petani Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Kabupaten Bangkalan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, melakukan sosialisasi kepada patani pentingnya menajdi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor informal.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, pentingnya petani mengikuti program jaminan sosial untuk perlindungan dari segala resiko kecelakaan kerja di lingkungan kerja bagi sekitar 1.300 kelompok tani (Poktan).

“Manfaat yang didapat dari keikutsertaan petani dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan baik bagi petani sendiri maupun bagi anggota keluarga atau ahli waris salah satunya berupa santunan dan beasiswa,” ungkapnya. Jum’at (25/2/2022)

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Madura, Vinca Meitasari menyampaikan, berdasarkan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan/ semua pekerja baik di sektor formal maupun informal terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan, untuk petani termasuk dalam kategori pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) karena penghasilannya didapat dari hasil panen lahan pertanian yang dikelolanya.

“Iuran yang perlu dibayarkan oleh petani juga tidak memberatkan, petani hanya membayar iuran Sekitar Rp 16.800 perorang perbulan dengan memperoleh hak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar