Kasus Dugaan Tipikor BUMD Bangkalan, Kejari Keluarkan SP3

Dedi Franky, Kasi Intel Kejari Bangkalan

KBRN, Bangkalan: Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan menghentikan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bangkalan dengan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Chandra Saptaji melalui Kasi Intel Kejari Bangkalan Dedi Franky, membenarkan penyidikan kasus BUMD sudah diberhentikan berdasarkan hasil ekspos tim penyidik tidak menemukan unsur pidana dan alat bukti yang kuat.

“tim penyidik tidak menemukan kerugian negara dan tidak ada penetapan tersangka, yang sebelumnya ada dugaan kerugian negara 15 miliar rupiah  tidak ditemukan,” ungkapnya. Rabu (2/12/2021)

Sekedar diketahui, sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan menyatakan menemukan dugaan tindak pidana Korupsi penyelewengan anggaran miliaran rupiah di PT Tanduk Majeng yakni perusahaan yang bergerak di bidang property, dalam dugaan kasusnya/ perusahaan sedang melakukan pembangunan kompleks perumahan di wilayah Arosbaya.

Dari dugaan kerugian tersebut, Kejari sempat menyatakan bahwa dugaan korupsi penyertaan modal BUMD di naikkan pada tahap status penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti kuat dari kasus tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar