Siapkan Lulusan Diterima Di Dunia Kerja, FKIS UTM Jalin Kerjasama dengan LSP-MUI

Workshop FKIS UTM Perumusan Skema Kompetensi (RRI/Miftah)

KBRN, Banagkalan: Dalam rangka meningkatkan daya saing mahasiswa di bidang penguasaan kompetensi berbasis syari’ah Fakultas Keislaman (FKIS) Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan Workshop Perumusan Skema Kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

Untuk mewujudkan case cading universitas, Program studi Hukum Bisnis Syari’ah dan Ekonomi Syari’ah sebagai penyangga fakultas, berperan dalam menyiapkan mahasiswa dalam rangka memenuhi kebutuhan di bidang layanan jasa keuangan dan perbankan syari’ah serta SDM pengawas syari’ah yang kompeten dan profesional.

Dekan Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura, Shofiyun Nahidloh, M.HI mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud tanggungjawab fakultas dalam merespon kebutuhan pasar, dengan menyiapkan lulusan dari Fakultas Keislaman yang dapat diterima di dunia kerja dan dunia industri berbasis Syari’ah.

“Penguatan kompetensi lulusan sangat penting dilakukan, link and match kurikulum. Integrasi dengan skkni sehingga kedepan Mahasiswa setelah kuliah langsung sertifikasi kompetensi,” ungkapnya. Selasa (30/11/2021)

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Profesi Majelis Ulama Indonesia (LSP-MUI) H. Aminudin Ya’kub MA. dalam materinya memberikan gambaran bahwa kebutuhan kompetensi syari’ah sangat terbuka lebar, diantaranya di bidang Industri Halal, Pengawas Syari’ah LKS, Pengawas Syari’ah Amil Zakat, Ahli Syari’ah, Auditor Syari’ah, Nazhir Cash Waqf dan Ahli Syari’ah Pasar Modal (ASPM).

“Saat ini sudah tersedia skema dan bisa diintegrasikan dalam proses pendidikan (kuliah) maupun pelatihan, sebelum mahasiswa siap mengikuti uji kompetensi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja kedepan cukup ketat, selain ijazah yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan perlu sertikifikasi kompetensi.

“Sertifikasi komptensi inilah nantinya menjadi penentu yang bisa di terima di pasar, di negara-negara eropa perguruan tinggi yang murni mulai di tinggalkan, semisal di swiss lembaga-lembaga pendidikan vokasi yang banyak diminati,” kata Aminudin.

Dalam serangkaian acara yang di dengan Workshop tersebut, selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerjasama antara Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Majelis Ulama Indonesia, untuk selanjutnya akan dilakukan pendampingan dalam penyusunan skema dan fasilitasi pelatihan dan uji kompetensi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar