Cuaca Ekstrim, Para Nelayan di Bangkalan Memilih Tidak Melaut

Pinggir Pantai Desa Banyusangkah (RRI/Miftah)

KBRN, Bangkalan: Akibat cuaca tidak bersahabat di tengah laut yang terjadi beberapa minggu terakhir/ para nelayan di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, banyak tidak berani memaksakan melaut demi keselamatan jiwa.

Salah seorang Nelayan asal Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, Khabil mengatakan, dirinya bersama nelayan yang lain sejak terjadinya cuaca ekstrim di tengah laut yaitu ombak besar disertai angin kencang tidak berani memaksakan berangkat untuk mencari ikan.

“Namun ada sebagian nelayan yang memberanikan diri karena terbentur dengan kebutuhan hidup keluarga, jika di presentasekan hanya ada 10 persen para nelayan yang berani mekasakan melaut dan hasil tangkapan ikannya sangat minim, dalam masa cuaca ekstrim warga nelayan menghabiskan waktunya untuk memperbaiki jaring dan sebagian memperbaiki perahunya,” ungkapnya. Selasa (18/1/2022)

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris megnatakan, dalam kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di tengah laut para nelayan dihimbau tidak memaksakan melaut/ karena potensi gelombang di peraiaran Bangkalan Madura akhir-akhir ini dalam kondisi tidak bersahabat.

“Potensi untuk wilayah Bangkalan dalam kondisi cuaca ekstrim, hujan ringan di sertai petir dan kecepatan angin di atas rata-rata dan gelombang laut bisa mencapai 3 meter lebih,” paungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar