Bupati Kubar Resmikan Objek Wisata yang Menawarkan Keindahan Alami

KBRN, Sendawar : Bupati Kabupaten Kutai Barat (Kubar) FX Yapan, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Prangkat Daerah (OPD), dan Anggota DPRD Kubar, meresmikan Objek Wisata Bumi Perkemahan Batuq Bura atau Wisata Air di Kampung/Desa Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan, Selasa (15/9/2020).

Apresiasi-pun disampaikan kepada Pemerintah Kampung yang telah mengoptimalkan Dana Desa  (DD) melalui pengembangan objek wisata alam tersebut, bahkan telah menghasilkan pendapatan bagi kampung.

“Saya dimana-mana pidato, selalu minta seluruh kampung harus jeli dan membuat perencanaan yang bagus sesuai potensi yang ada. Kita ini cuma dua, wisata alam dan budaya, itu yang perlu kejelian. Seperti Batuq Bura ini tadi, saya sudah minta sama pak petinggi dengan pak camat, ini harus ada konsultan untuk merancang supaya dia betul-betul tertata dengan baik dan bisa mengundang orang untuk datang kesini,”kata Bupati FX Yapan kepada RRI.

Penandatanganan Prasasti peresmian objek wisata Bumi Perkemahan Batuq Bura oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan

“Saya juga akan pertemukan mereka nanti dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), jadi BPD nanti investasi ke-sini untuk menyediakan Homestay. Karena dengan adanya homestay, orang yang datang bawa keluarga ke sini bisa intirahat, menginap. Nah kalau belum ada seperti ini, sebentar dia pulang, karena tidak ada tempat istirahat. Jadi homestay itu sangat mendukung,”lanjut Bupati Yapan.

Bahkan untuk menunjang roda perekonomian masyarakat, orang nomor satu di Kubar itu menegaskan, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan jalan di wilayah tersebut sebesar Rp35 Milyar tahun 2021 mendatang.

“Sekarang inikan sudah di bangun spot-spot dimana yang memang perlu, yang memang sulit dilalui. Nah kita sudah hitung, anggaran Rp35 Milyar itu cukup untuk melanjutkan yang belum selesai, sampai ke-Lingau sana. Bahkan nanti sampai tahun 2022 arahnya sudah masuk ke Merang, daerah perbatasan Kalteng,”tegasnya.

Salah satu spot wisata air di Objek Wisata Bumi Perkemahan Batuq Bura Kampung Intu Lingau Kecamatan Nyuatan

“Biar apapun program kita, kalau sarana transportasi ini tidak ada, tidak mungkin bisa jalan dengan baik. Tapi kalau jalan ini ada, program yang lain pasti ngikuti, itu kuncinya. Maka itu daerah Lakan Bilem dan Lingau ini, saya sudah mencanangkan nanti menjadi sentra Pertanian, Perkebunan, juga objek-objek wisata kedepannya,”pungkas Yapan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kampung/Petinggi Lakan Bilem Yosianus Moja menyampaikan terimakasih kepada Pemerintaah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten yang telah mendukung perogram pembangunan termasuk objek wisata di wilayah tersebut.

 “Terimakasih kepada Pemerintah yang telah medukung, melalui anggaran yang telah dikucurkan selama ini untuk melaksanakan program pembangunan, termasuk pengembangan potensi wisata disini. Jadi untuk Batuq Bura ini, ada beberapa spot wisata yang tersedia, ada Arung Jeram, Perkemahan dan Ari terjun. Jadi itu sementara yang ada dan kedepannya terus kami kembangkan,”ungkapnya.

Air terjun Batuq Bura. Untuk menuju spot tersebut, harus menuruni/menaiki kurang lebih 300 anak tangga

Terkait pendapatan kampung melalui objek Wista ini, Yosianus Moja mengaku bisa mendapat pemasukan kisaran Rp30 hingga Rp35 juta perbulan, bahkan dalam kesempatan peresmian tersebut, Pemerintah Kampung menyalurkan sembako kepada warga yang membutuhkan.

Ia menyebutkan, fasilitas yang tersedia di objek wisata Bumi Perkemahan Batuq Bura diantaranya, Gazebo, Aula, dan Toilet. Dengan biaya masuk sebesar Rp5.000 per-orang.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, setiap pengunjung diwajibkan mentaati protokol kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum masuk ke-lokasi wisata dan harus menggunakan masker serta menjaga jarak aman. Karena jika hal itu dilanggar, akan ada sanksi yang menanti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00