Wisata Petik Buah Jambu Di Pondok Jambu Tenggarong

KBRN, Samarinda: Pondok Jambu merupakan agrowisata petik jambu yang memberikan suguhan wisata berbeda dengan wisata lainnya yang ada di jl Jitan Desa bendang raya,  Kutai Kartanegara, kota Tenggarong. Wisatawan bisa menikmati wisata dengan memetik dan memanen sendiri buah yang mereka inginkan dipandu petugas yang akan memberikan pemahaman memetik buah yang baik dan benar.

Dikutip dari korankaltim.com, Pengelola sekaligus pemilik pondok jambu, Sofyan menjelaskan, awalnya dimulai pada tahun 2016 silam, ia hanya ingin menanam pohon jambu saja, dan belum terpikirkan mengenai kebunnya yang akhirnya menjadi tempat wisata saat ini.

Dilahan sekitar ¾ hektar untuk menanam ternyata  jenis jambu disini ada beberapa jenis kemudia untuk mangga hanya tiga jenis. Setelah menanam dengan jumlah yang sangat banyak, Sofyan  mengatakan, tidak akan ada habisnya jika hanya untuk dijual saja. Dia juga sudah menghubungi mal dan pihak lainnya untuk mengambil produk jambu dan mangga dari kebunnya, beberapa pihak bersedia, namun ternyata yang harus siap ambil adalah jenis-jenis yang super dan bagus.

Oleh karena itu, terciptalah konsep memetik dan menjual buah di kebun pondok jambu. Sofyan mencoba membuat konsep agar orang yang akhirnya datang dan memutuskan untuk datang ke kebun, bukan sebaliknya. 

Wisata ini tidak begitu jauh dari Kota Tenggarong, pengunjung bisa menempuh perjalanan sekitar 25-30 menit untuk bisa sampai disana.Tempat ini buka mulai dari pukul 09.00 pagi sampai 17.00 sore.

Untuk tiket masuk dibanderol dari harga Rp5 ribu untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, dan Rp10 ribu untuk orang dewasa. Beda harga jika pengunjung ingin masuk dan memetik buah secara langsung. Ada tiket khusus untuk memetik dan makan di tempat, jika pengunjung membayar Rp40 ribu, maka mereka bisa bebas makan sepuasnya dan bebas untuk memetik buah sendiri.

Sofyan menambahkan, panen di kebunnya tidak pernah putus, terus menerus berbuah dan bisa panen. Bahkan, sebelumnya ada panen panjang selama tiga bulan berturut-turut. Setelah sebelumnya panen, minggu depan, sudah bisa mulai kembali panen lagi.

Meski dilanda pandemi Covid-19, Sofyan dengan yakin mengatakan pengunjung tidak pernah putus setiap harinya. Karena menurutnya, dengan lahan yang luas tidak menyebabkan orang-orang berkerumun, bahkan banyak yang datang ke kebunnya untuk bersantai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar