Situs Sejarah Di Loa Kulu, Kutai Kartanegara

KBRN, Samarinda: Loa Kulu memiliki sejarah sebagai kawasan eksploitasi hasil galian bumi terutama batubara sejak zaman Belanda (1888) hingga kisaran tahun 1970. Loa Kulu dan Samarinda menjadi bagian dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai memang terkenal dengan sejarahnya sebagai kerajaan tertua di indonesia.

Di kawasan hutan Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara terdapat sebuah tugu pembantaian ratusan warga Loa Kulu oleh tentara Jepang. Tugu ini punya cerita sejarah saat tentara Jepang ingin menguasai kekayaan alam Kutai Kartanegara berupa migas dan batubara. Dan kini tugu tersebut menjadi situs atau cagar budaya Kabupaten Kutai Kartanegara.

Saat Jepang telah menguasai perusahaan migas dan batubara tahun 1942. Setahun kemudian Jepang melakukan pembantaian massal di kawasan pusat tambang batubara pertama di Kukar, yang berada di Loa Kulu ini. Tujuannya, agar semua tokoh pergerakan melawan Jepang di Loa Kulu hingga para pengusaha dan pedagang tidak mengganggu pergerakan tentara jepang.

Tercatat dalam sejarah, ada 183 warga di bantai dan ditanam dalam tugu lubang pembantaian tersebut. Termasuk manager tambang asal Manado yang bekerja untuk belanda saat itu.

Selain tugu pembantaian situs peninggalan lainnya ada lubang terowongan bekas penggalian batubara, gudang dinamit, tempat pembantaian massal, Magazijn atau kantor OBM, bekas rumah Belanda, dan bangunan tua lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00