Candi Belahan Di Jawa Timur

KBRN, Samarinda: Candi Belahan merupakan salah satu peninggalan masa kedinastian di Indonesia yang merepresentasikan tingginya nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat nusantara. Candi Belahan terletak di suatu desa terpencil di Pasuruan. Secara administrasi, candi bersejarah ini masuk dalam kawasan Desa Wonosuryo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Menurut catatan sejarah masa kedinastian di Indonesia, Candi Belahan merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Kerajaan Airlangga yang termasyur di Jawa Timur. Candi ini dibangun sebagai petirtaan, tempat pertapaan Prabu Airlangga beserta kedua permaisurinya, yaitu Dewi Laksmi dan Dewi Sri.

Pemandian ini berbentuk kolam empat persegi yang mendapat pasokan air dari sungai kecil yang berada di sisi selatan Dinding sebelah barat dan selatan mengepras lereng tebing dan dibentuk relung-relung yang diberi jaladwara, tempat air memancur. Pada dinding sisi barat terdapat dua relung besar yang mengapit satu relung keci.

Pada sisi selatan, di atas petirtaan, berdiri satu kronogram berwujud arca yang dapat ditafsirkan sebagai tahun 931 Saka, atau 1009 M. Bila dikaitkan dengan angka tahun yang tertulis di kompleks Petirtaan Jolotundo (991 M), Petirtaan Belahan diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan raja yang sama; kemungkinan adalah Raja Dharmawangsa Teguh, atau mungkin lebih awal lagi (Mpu Sindok).

Konon, air yang mengalir dari Candi Belahan atau yang dikenal pula sebagai Petirtaan Belahan ini dapat membuat kamu menjadi awet muda. Karenanya, jangan heran jika banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk mandi, membasuh wajah, hingga minum dari sumber air tersebut. Sebelum pulang, mereka bahkan mengisi wadah yang sebelumnya telah disiapkan untuk dibawa ke rumah masing-masing.

Selain digunakan sebagai tempat pemandian, Candi ini juga diyakini menjadi lokasi pertapaan Prabu Airlangga. Masyarakat sekitar juga percaya bahwa Airlangga merupakan perwujudan Dewa Wisnu. Karena ia merupakan salah satu pengikut Dewa Wisnu yang setia dan semasa hidup dikenal taat dalam menjalankan ajaran Dewa Wisnu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00