Ayo Ke Pulau Miang ! – Ada Spot Patung Baca Serasa di “Atlantis”

KBRN,Samarinda - Selain eloknya hutan dan anugerah bentangan pegunungan batu karst, perairan Kutai Timur (Kutim) tidak bisa dikesampingkan. Pasalnya, terdapat satu lagi kekayaan alam di “Tuah Bumi Untung Benua” yang letaknya tersembunyi. Potensi dimaksud adalah surga bawah laut berada di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang. Sebuah wilayah kecamatan tertua di Kutim yang siap menyajikan pengalaman baru bagi para petualang bawah laut. Akan tetapi apa yang terjadi apabila alam bawah laut berkembang dengan sedikit sentuhan campur tangan manusia untuk tujuan konservasi?

Jika dilakukan penyelaman barulah diketahui terdapat sebuah patung tegak berdiri di dasar laut pulau yang dihuni sebanyak 200 kepala keluarga (KK) dan 500 anggota keluarga tersebut. Patung berukuran 2 meter itu menggambarkan seseorang yang tengah membaca buku di sebuah kursi dengan panjang sekira 2,5 meter. Dibangun di kedalaman 3 meter di bawah laut. Bahan yang dipakai membuat patung ini menggunakan material semen. Lokasinya berada di sekitar 100 meter sebelah barat Pulau Miang.

“Ide patung baca ini diprakarsai dan dibuat oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim untuk lebih menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Pulau Miang. Tujuannya sebagai langkah awal untuk melestarikan ekosistem laut terutama terumbu karang,” ungkap Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim Askar Pelangi kepada Pro Kutim.

Spot itu tentunya dapat menjadi wahana baru bagi para pecinta olahraga menyelam (scuba diving) maupun snorkeling dengan konsep “Atlantis Garden”. Yakni taman cantik dengan patung-patung di bawah laut yang menambah pengalaman menyelam jadi semakin seru. Memang belum secantik kerajaan Atlantis dalam film fiksi Aquaman, namun spot ini cukup menarik untuk dinikmati.

Askar yang gemar freediving (selam bebas tanpa tabung oksigen) ini menyebut, patung baca ini sudah diletakkan pihak Dispar Kutim di dasar laut Pulau Miang sekitar November 2020 lalu. Untuk menjaga kelestarian terumbu karang disekitar patung baca, warga setempat memberlakukan aturan bagi wisatawan yang berkunjung. Intinya pendatang diwajibkan ikut memperhatikan lingkungan di bawah laut.

“Di sini dilarang keras untuk membuang sampah. Sebab, nantinya bisa mengganggu perkembang biakan ekosistem laut yang ada di Pulau Miang,” terangnya.

Selain itu, bagi traveler yang ingin mengeksplorasi keindahan bawah laut Pulau Miang, disarankan membawa snorkeling sendiri. Seperti mask snorkel, fin, wetsuit hingga kamera underwater. Askar berani menjamin, bahwa keindahan bawah laut di Pulau Miang tak kalah cantik dengan spot terkenal lainnya di Indonesia.

“Di sini kalau tidak snorkeling atau diving, pasti nyesel. Kalau tidak membawa kamera dalam air, nyeselnya menjadi dua kali lipat,” ujarnya tertawa.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Objek Wisata Dispar Kutim Ahmad Rifanie turut berbagi komentar terkait keberadaan patung baca ini. Tentunya spot tersebut akan menarik perhatian pengunjung ke Pulau Miang. Ia bersama Dispar Kutim memang tengah mengembangkan Pulau Miang menjadi salah satu objek wisata bahari unggulan Kutim. Selain Pulau Birah-Birahan di Kecamatan Sandaran serta dua objek wisata di Sangatta Selatan yakni Pantai Teluk Perancis dan Teluk Kaba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00