PIM Kaltim Tingkatkan Kemampuan Perempuan Kaltim

KBRN, Samarinda : Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2021 tergolong tinggi karena mencapai 450 kasus.

“Jadi Saya melihat bahwa  kekerasan terhadap perempuan itu kembali ke masalah ekonomi, karena ekonomi lah yang membuat mereka seperti itu, jelas ya hati nurani kita terpanggil untuk berbuat bagaimana kekerasan seksual itu dapat menurun ya jadi sekarang ini bagaimana lah agar kita bisa duduk bersama mengatasi masalah ini”, kata Ketua Perempuan Indonesia Maju atau PIM Provinsi Kalimantan Timur Nurhasanah kepada RRI Selasa (5/7/2022) di Samarinda.

Menurut Nurasanah kekerasan terhadap perempuan ini lebih banyak dikarenakan masalah ekonomi dan ini yang seharusnya menjadi fokus semua pihak termasuk pemerintah.

Nurhasanah menjelaskan di dalam organisasi yang ia pimpim yakni Perempuan Indonesia Maju Provinsi Kaltim sudah berjalan dan akan terus berjalan program yang menyasar ibu rumah tangga untuk diberikan berbagai keterampilan dan edukasi agar dapat membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga agar masalah kekerasan di dalam rumah tangga dapat terminimalisir.

Perempuan Kaltim terang Nurhasanah harus bisa mencari uang sendiri agar tidak selalu dianggap remeh oleh para leleki.

“Justru dengan perempuan di kaltim harus kita sadarkan juga bahwa pentingnya kita sebagai ibu rumah tangga membantu supaya kebutuhan tercukupi sehingga tidak ada kekerasan rumah tangga itu, jadi kita pengen  ibu rumah tangga kita beri pelatihan untuk meciptakan skill mereka sehingga mereka juga  tidak dianggap remeh oleh laki-laki”, tegas Nurhasanah

Lebih lanjut Nur berharap perempuan Kaltim dapat terus mengembangkan kapasitas dan kemampuan diri baik di bidang kuliner dan bidang lainnya, selain itu Ia mendorong agar perempuan Kaltim untuk mau belajar perjualan online agar menuai untung yang lebih baik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar