Warga Gang Nibung Samarinda Buka Jasa Swadaya Penyebrangan Perahu Karet, Pasca Jembatannya Dibongkar

Kegiatan Penyeberangan SKM (Foto Istimewa)

KBRN, Samarinda : Aksi swadaya warga membantu menyeberangi sungai berjarak 45 meter itu, turut menghasilkan pundi-pundi rupiah. Untuk sekali jalan, warga bisa membayar Rp 2 ribu, tetapi jika tidak punya uang, relawan tetap membantu penyeberangan.

Ketua RT 27 Kelurahan Temindung Permai Mulyono menerangkan, tujuan awal aksi itu untuk membantu warga sekitar, yakni RT-nya dan RT 22 untuk menyeberangi SKM. Pasalnya, untuk menuju Pasar Segiri, Jalan Dr Soetomo maupun RS AW Sjahranie, biasanya paling dekat menggunakan Jembatan Gang Nibung. Namun, karena sudah dibongkar sebelum jembatan baru terbangun, pihaknya memutar otak, meminjam perahu karet milik warga untuk membantu penyeberangan. "Sore setelah pembongkaran (18/5) kami memasang, tapi dari pohon di masing-masing ruas jalan, mengaitkan dengan kapal untuk menjaga alur penyeberangan tetap pada posisi yang aman," ujarnya Rabu(25/5/2022).

Dia menjelaskan, satu dermaga sederhana dengan material kayu sudah dibuat di sisi Gang Nibung, selanjutnya di sisi Jalan Dr Soetomo akan dibangun juga. Saat ini warga naik-turun dari area tanah di tebing sungai. Sementara untuk biaya, diakuinya tidak dipatok terlalu besar, satu kali jalan Rp 2 ribu per orang, dengan kapasitas empat sampai lima orang termasuk si penarik tali.

Kegiatan Penyeberangan Warga Gang Nibung ( Foto Istimewa)

Mulyono menyebut hingga jembatan baru yang dijanjikan pemerintah selesai dibangun dan bisa dilintasi warga. Lantaran jalur itu masih sering dipakai, terutama pada Subuh hingga pagi, pedagang maupun pembeli di Pasar Segiri yang biasa berjalan kaki karena menganggap terlalu jauh jika harus memutar melewati Jalan Hasan Basri, Gang 2.

"Lebih 100 orang sudah melintas dari subuh sekitar pukul 04.30–11.00 Wita. Paling banyak pedagang. Sedangkan operasional ditutup pukul 19.00 Wita," ucapnya. "Yang pasti kami tidak ada niat menentang program pemerintah. Kami legawa jembatan yang dibangun swadaya sejak 1985 diruntuhkan. Kami harap, jembatan baru segera dibangun, diselesaikan tepat waktu dan digunakan untuk kepentingan warga," kuncinya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar