Tidak miliki Surat , Masyarakat Sidodadi Samarinda Kena Normalisasi Sungai ,mengeluh ke Pemkot

Kawasan Pemukiman di Bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda (Dok Istimewa)

KBRN, Samarinda : Meski Pemkot Samarinda melalui perangkat kerja pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu menindaklanjuti rencana pembagian uang Ganti rugi untuk warga yang terdampak pengusuran untuk program penanggulangan banjir di kawasan Gang Nibung, Kelurahan Sidodadi.

Menyisakan keluhan dari Warga yang terdampak hasil penilaian Ganti Rugi tersebut. Ganti Rugi  yang dimaksud adalah jumlah uang yang akan mereka terima atas lahan dan tempat tinggal mereka yang akan dibebaskan, dalam rencana normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung hingga jembatan Ruhui Rahayu.

Tercatat ada sekitar   97 warga yang akan terdampak pembongkaran normalisasi SKM dari segmen gang Nibung hingga jembatan Ruhui Rahayu.

46 warga Gang Nibung dari 4 RT sudah dijadwalkan menerima hasil pengukuran Ganti Rugi atas tempat tinggal mereka, namun di Luar itu, Salah Satu Warga yang tidak terdata karena tidak memiliki Surat atas lahan rumah yang di diaminya Rusmini mengaku tidak mendapatkan apa-apa dari ganti rugi Pemkot.

“banyak Warga dipanggil satu persatu dan diberikan selembar surat pemberitahuan, yang di dalamnya tercantum nominal uang yang akan mereka terima berdasarkan ketetapan dari tim penilai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Samarinda, namun dirinya mengaku tidak miliki surat menyurat lahan,”kata Rusmini.Sabtu,(21/5/2022).

Di ketahui Nantinya uang Ganti Rugi itu akan ditransfer kepada masing-masing rekening bank warga, yang dikatakan akan secepatnya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui bidang pertanahan.

Sementara salah Satu warga Lain,Imam yang memiliki surat ,tidak tahu kapan di transfer uang yang di janjikan, fakta nya dilapangan, dirinya secara mandiri membongkar rumah yang di usulkan terkena program Normalisasi  Pemkot Samarinda.

“Sudah terlanjur membongkar rumahnya serta beberapa rumah sewaan di sekitaran 4 RT di kawasan Gang nibung,banyak yang belum cair, Kenapa di Bongkar dari Pihak Pemkot, saya hanya miliki satu rumah, namun yang lain rumah sewaan belum tahu juga cairnya,”Sesal Imam

Sementara, Kepala Bidang Pertanahan, Dinas PUPR kota Samarinda, Ignatius Harry Sutadi menilai ganti rugi yang diterima oleh warga beragam, Harry menyatakan jumlah ganti rugi semuanya hanya diketahui oleh tim independen KJPP.

Namun pada saat penyerahan pengumuman, diketahui setiap warga Gang Nibung menerima  ganti rugi dalam kisaran jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Harry menjelaskan ada beberapa aspek yang menjadi ukuran penentuan nilai ganti rugi bagi setiap lahan dan tempat tinggal warga di wilayah tersebut, yang mengacu pada ketentuan perundang-undangan.

Setelah bantaran Sungai Karang Mumus sepanjang segmen Gang Nibung hingga Ruhui Rahayu telah dibebaskan, normalisasi sungai untuk pengentasan banjir di Kota Samarinda itu akan dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Wilayah Sungai dari Kementerian PUPR. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar