Limbah Pangan, Salah Satu PR di Hari Pangan Sedunia 2021

Foto :eco-business.com

KBRN, Samarinda : Peringatan Hari Pangan Sedunia “Our Actions are Our Future” pada 16 Oktober 2021 membawa pesan kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dunia untuk membangun rantai pasok pangan yang lebih sustainable.

Masyarakat dunia harus terhubung kembali dengan alam, bekerja bersama menciptakan sektor pangan yang lebih baik. Mulai dari pengelolaan produksi yang lebih berkualitas dan efisien, konsumsi yang lebih bijak, serta pengurangan jumlah sampah makanan.

Dalam studinya yang berjudul “Global Food Losses and Food Waste”, The Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan sekitar sepertiga atau sekitar 1,3 miliar ton per tahun dari makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia secara global terbuang.

Hal ini juga berarti banyak sumber daya yang digunakan untuk memproduksi pangan tersebut terbuang sia-sia termasuk emisi gas rumah kaca yang dihasilkan akibat dari produksi dan distribusi pangan.

Seperti dilansir Antara beberapa waktu lalu , Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut limbah makanan yang terbuang atau food loss and waste di Indonesia mencapai 23 juta ton-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019. Angka ini setara 115 kg-184 kg sampah makanan per kapita per tahun. Timbunan tersebut menghasilkan emisi total gas rumah kaca yang mencapai 1.702,9 mega ton CO2-ek.

Data itu disampaikannya dari hasil analisis kolaborasi pemerintah dengan Foreign Commonwealth Office Inggris selama 20 tahun terakhir.

Ia juga menuturkan,  Indonesia berkomitmen mengurangi dan melakukan penanganan sampah termasuk sampah makanan dengan target 30 persen untuk pengurangan dan 70 persen untuk penanganan pada 2025 melalui kebijakan dan strategi pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Sudah siapkah kita ikut turut mewujudkan komitmen tersebut? Mengurangi limbah makanan, setidaknya dimulai dari piring sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00