Apa itu COP26 ? Dan Hasil Yang Diharapkan

Foto : Gettyimages

KBRN, Samarinda : Conference of the Parties (COP) atau Pertemuan Para Pihak, COP adalah forum tingkat tinggi tahunan bagi 197 negara untuk membicarakan perubahan iklim dan bagaimana negara-negara di dunia berencana untuk menanggulanginya.

Seperti dikutip dari BBC, pertemuan ini adalah bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB atas Perubahan Iklim,  yaitu perjanjian internasional yang ditandatangani setiap negara dan teritori di dunia yang bertujuan membatasi dampak aktivitas manusia atas iklim.

COP26 menandakan pertemuan ke-26 sejak konvensi PBB itu diberlakukan pada 21 Maret 1994. Tahun ini pertemuan berlangsung di Glasgow - kota terbesar di Skotlandia, Inggris Raya, pada 1-2 November 2021.

Pertemuan ini akan sangat penting dan menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama di mana kita akan mengevaluasi kemajuan yang telah dilakukan, begitu pula kegagalannya , sejak Persetujuan Iklim Paris ditandatangani pada 2015 yang dikenal sebagai Paris Accord, perjanjian yang pada dasarnya adalah rencana kemanusiaan untuk menghindari bencana iklim

Kesepakatan ini menyatakan bila pemanasan global terus naik melampaui 1,5 derajat celcius di atas suhu yang pernah dialami di era praindustri, maka banyak perubahan di planet ini yang tidak dapat dihindarkan lagi.

Maka rencana yang sudah dibuat harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan untuk itulah fungsinya COP.

Saat pertemuan di Paris 2015  atau COP21 disusunlah target-target utama bagi kita semua untuk menghindari bencana perubahan iklim. Semua negara yang terlibat berjanji untuk:

  • Mengurangi gas rumah kaca
  • Meningkatkan produksi energi yang dapat diperbarui
  • Mempertahankan tingkat suhu global agar kenaikannya tidak sampai dua derajat celcius dan kenaikan idealnya maksimal 1,5 derajat celcius
  • Berkomitmen menyisihkan miliaran dolar untuk membantu negara-negara miskin menghadapi dampak perubahan iklim

Kesepakatan Paris itu juga menyetujui bahwa setiap lima tahun harus ada evaluasi atas kemajuan yang telah dibuat. Maka, sebenarnya evaluasi pertama atau COP26 sedianya diselenggarakan pada 2020, namun ditunda jadi tahun ini karena pandemi Covid 19.

Saat bertemu di COP26, para pemimpin dunia diharapkan membuat target-target baru jangka panjang untuk mengatasi perubahan iklim - dan semuanya itu harus ambisius dan tegas.

Maka, jelang COP26, lebih dari 100 negara berkembang sudah memaparkan sejumlah tuntutan:

  • Pendanaan (dari negara-negara maju) untuk memerangi maupun menanggulangi perubahan iklim.
  • Kompensasi (lagi-lagi dari negara-negara maju) atas dampak yang akan menimpa mereka, dan
  • Uang (tentunya juga dari kelompok negara maju) untuk membantu mereka menerapkan ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Negara negara maju secara bersama-sama sudah berkomitmen menyediakan $100 miliar setahun mulai 2020 untuk menanggapi tuntutan-tuntutan itu. Tapi sekarang sudah 2021 dan mereka baru bisa menyisihkan $79 miliar, dan sebagian besar berupa utang (yang nanti harus dikembalikan), bukan hibah.

Topik tersebut, yang disebut sebagai keuangan iklim, akan menjadi salah satu agenda yang didebatkan.

Prioritas utama pertemuan ini adalah memastikan semua negara untuk berkomitmen mencapai nol emisi pada 2050, dengan pengurangan karbon yang lebih agresif dan pesat pada 2030.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00