Kisah Buka Tutup Izin Umrah Sebab Pandemi

KBRN, Samarinda : Arab Saudi, melalui nota diplomatik Kedutaan Besar di Jakarta  tertanggal 8 Oktober 2021 lalu, menyatakan, ibadah umrah  jamaah Indonesia dibuka kembali

Menlu  Retno  Marsudi menjelaskan, saat ini sebuah komite khusus di Arab Saudi  berupaya meminimalisir segala hambatan penghalang jamaah Indonesia beribadah umrah.

Sebelum ini, izin pembukaan jamaah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi mengalami buka tutup menyesuaikan kondisi Pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020.

Berikut lini masa berbagai kebijakan ibadah umrah yang dirangkum dari berbagai Sumber :

27 Februari 2020

Untuk kali pertama  Arab Saudi menyetop jamaah umrah imbas dari pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai belahan dunia. Sedikitnya 3.028 jamaah umroh Kalimantan Timur gagal berangkat.

Data tersebut, merupakan jumlah seluruh jamaah umroh yang akan berangkat terhitung pada Maret hingga April , yang berasal dari 7 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur .

Sedangkan jamaah Indonesia yang sudah berada di Mekkah tetap menjalankan ibadah secara normal. Sejak kebijakan itu, WNI yang menjalankan ibadah dipulangkan dari Turki karena pembatasan perjalanan.

1 Maret 2020

Pemberlakuan larangan ibadah umrah hingga 13 Maret 2020. Larangan tersebut tidak hanya berlaku bagi warga negara asing, namun juga warga Arab Saudi sendiri. Saat itu, pemerintah  I7ndonesia meminta berbagai travel ibadah haji dan umrah untuk menjadwal ulang dan memberi pengertian kepada jamaah yang gagal berangkat.

23 September 2020

Ibadah umrah kembali dibuka mulai 4 Oktober dan 1 November 2020 secara bertahap.

– 4 Oktober 2020, Pemerintah Saudi mengatur kuota 30 persen kapasitas bagi jamaah umrah dari dalam negeri dan ekspatriat di negara tersebut.

– 18 Oktober, kuota dinaikkan menjadi 75 persen bagi warga negaranya dan ekspatriat.

– 1 November akan dibuka bagi jamaah multinegara kecuali dari India, Brasil dan Argentina.

Saat itu, Indonesia menjadi negara yang masih diperbolehkan warganya melakukan ibadah umarah.

21 Desember 2020

Pemerintah Arab Saudi menutup penerbangan internasionalnya, sehingga umrah diberhentikan lagi. Penutupan penerbangan internasional tersebut menyusul isu ditemukannya virus jenis baru di Inggris.

April 2021

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk orang-orang yang sudah divaksinasi mulai bulan Ramadhan.

Kategori imunisasi, yaitu seseorang yang mendapat dua dosis vaksin Covid-19. Kemudian, seseorang yang setelah 14 hari menerima dosis pertama vaksin Covid-19 serta yang sembuh dari infeksi.

9 Agustus 2021

Arab Saudi akan secara bertahap menerima permintaan jemaah luar negeri (LN) yang sudah vaksin untuk melakukan umrah mulai 9 Agustus. Jemaah penerima vaksin dari negara-negara yang dimasukkan Arab Saudi ke daftar larangan masuk harus dikarantina setiba di bandara.

10 Agustus 2021

Indonesia ditangguhkan dari izin ibadah umrah. Semua negara dipersilahkan melakukan penerbangan langsung dari negaranya ke wilayah Kerajaan, kecuali bagi 9 negara yang penerbangan langsung ke Saudi masih ditangguhkan, yaitu Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan dan Libanon.

24 Agustus 2021

Status umrah Indonesia masih ditangguhkan. Saudi  mencabut kebijakan larangan  para Muqimin atau orang yang sudah memiliki izin tinggal di Arab Saudi umtuk kembali ke Arab  Saudi secara langsung .

8 Oktober 2021

Arab Saudi, melalui nota diplomatik Kedutaan Besar di Jakarta pada 8 Oktober, menyatakan  pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah dari Indonesia kembali dibuka. Selain itu, Saudi juga mempertimbangkan masa karantina selama lima hari bagi para jamaah umrah.

Kedua negara kini tengah bekerja untuk dapat berbagi informasi terkait latar belakang kesehatan jamaah, guna mempermudah proses masuk warga negara Indonesia untuk berkunjung bertamu kerumah  Allah melakukan perjalanan Umrah ke Arab Saudi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00