Ini Alasan Mengapa Ada Hari Anak Perempuan Internasional

KBRN, Samarinda - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan setiap tanggal 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of Girl Child), Sejak tahun 2012.  Mengingat tidak ada hari untuk anak laki-laki, tentu muncul pertanyaan, mengapa  harus ada hari khusus untuk merayakan anak perempuan?

Mengutip laman UN Women,  ada 1,1 miliar anak perempuan di seluruh dunia. Anak-anak perempuan ini tentu berhak mendapatkan kesempatan sama untuk menggapai masa depan yang cerah, di manapun mereka berada. Sayangnya, kebanyakan anak perempuan kerap menghadapi diskriminasi, setiap harinya.

Fakta, setiap 10 menit, seorang anak perempuan mati karena kekerasan. Di daerah konflik, kekerasan berbasis gender kerap meningkat. Hal ini membuat anak perempuan rentan mengalami kekerasan fisik dan seksual, pernikahan dini, eksploitasi, dan perdagangan manusia.

Dengan adanya Hari Anak Perempuan Internasional ini, diharapkan bisa membangun kesadaran dan menarik fokus perhatian pada masalah-masalah yang mereka hadapi. Di Indonesia sendiri, angka perkawinan anak masih besar. Satu dari lima perempuan Indonesia pernah melakukan perkawinan anak, yaitu saat mereka masih di bawah 18 tahun.

Perkawinan anak merenggut banyak hak anak perempuan, terutama hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00