Menjamin Ketersediaan Pangan Nasional, BPTP Balitbangtan Kaltim Kembangkan Varietas Unggul Padi IP400

KBRN, Samarinda: Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi padi, Balitbangtan Kalimantan Timur terus mengembangkan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Genjah. Salah satunya adalah varietas padi unggul Cakrabuana.

Bahkan varietas Cakrabuana IP300 telah berhasil dikembangkan dan sukses panen yang dilakukan dalam Gerakan Panen Padi IP300  di 5 Kelompok Tani di lahan persawahan Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda pada Senin (15/8/2023).

Gerakan Panen Padi IP300 ini dihadiri langsung oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim, Zainal Abidin SP., MP, Kepala Dinas PTPH Prov.Kaltim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Camat Sambutan serta Kelompok Tani Rukun Sentosa, Karya Maju, Abadi, Karya Bersama dan Kelompok Tani Bina Baru Kelurahan Pulau Atas.

Dalam kegiatan Gerakan Panen Padi IP300 tersebut, juga dilaksanakan launching Gerakan Tanam Padi IP400 untuk varietas padi Cakrabuana dan padjajaran. Kedua varietas padi unggul Balitbangtan ini telah didesiminasikan oleh BPTP Balitbangtan Kaltim melalui Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Kota Samarinda.

Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur, Zainal Abidin, pengembangan varietas padi IP400 merupakan upaya dari Kementerian Pertanian  untuk meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat.

Budidaya padi IP 400 merupakan sebuah inovasi cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. Karena untuk  idealnya, varietas padi  IP400 cocok dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Kunci keberhasilannya adalah ketersediaan air, mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim,  Ir. Siti Farisyah Yana, M.Si, mengatakan bahwa pola tanam IP400 ini tak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga sebagai inovasi tanam yang memperhatikan ekosistem sehingga dapat membangun keberlanjutan usaha pertanian.

Siti Farisyah juga sangat mengapresiasi Kelurahan Pulau Atas khususnya pada kelompok tani Rukun Sentosa yang telah mampu melakukan terobosan pola tanam IP400 ini dan merupakan kebanggaan  Kalimantan Timur. 

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan benih padi super genjah varietas Cakrabuana dan Padjajaran oleh Kepala BPTP Provinsi Kaltim, Zainal Abidin, kepada Kelompok Tani Rukun Sentosa.

Sebagai informasi, benih Padi Cakrabuana merupakan Padi Genjah tahan hama dan penyakit serta tahan tanah asem-aseman, bermalay panjang, bulir lonjong besar, pengisian bulir mudah, anakan banyak hingga 65 anakan per-umpun, batang tegak kokoh, aman dari serangan burung karena daun bendera tegak, dengan umur panen 104 hari setelah semai (hss) atau setara dengan 75-80 hari setelah tanam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar