Bupati Mahulu Targetkan 4.500 Ha Penanaman Padi di Perbatasan

Bupati dan Wakil Bupati Mahulu Saat Panen Raya Padi ladang.png

KBRN, Mahulu : Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mendorong sektor pertanian di kawasan perbatasan dengan sistem bertani ladang padi masyarakat yang telah dilaksanakan secara turun temurun, untuk lebih produktif.

Selain ladang padi masyarakat yang telah dikerjakan dengan cara perorangan, Pemda juga memfasilitasi lahan lainnya dengan target 10 Hektare di setiap kampung, meski pada tahap awal musim tanam yang lalu hanya 30% saja yang dapat direalisasikan.

Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh mengaku optimist target penanaman padi seluas 4.500 hektare (ha) tahun ini tercapai, karena sekarang sudah tertanam seluas 3.368 ha.

"Target penanaman padi baik padi sawah maupun padi gunung seluas 4.500 ha tersebut berasal dari dua anggaran, yakni dari APBD Mahulu seluas 4.000 ha dan dari APB-Kampung (desa) melalui Dana Desa seluas 500 ha," ujar Bupati, Jumat (1/7/2022).

Tanaman padi seluas 3.368 ha tersebut bahkan sudah dipanen, yakni panen perdana pada 9 Juni lalu, dengan rincian seluas 143 ha merupakan tanaman padi yang dibantu dari Dana Desa pada 28 kampung yang tersebar pada 5 kecamatan.

Kemudian seluas 1.000 ha merupakan tanaman yang telah dipanen dengan bantuan penanaman anggaran dari APBD tahun ini, berikutnya hasil penanaman padi tahun sebelumnya seluas 2.525 ha yang juga dapat bantuan penanaman dari APBD Mahulu. Ia mengatakan bahwa Dana Desa bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, diantaranya adalah untuk program Ketahanan Pangan dengan kuota 20 persen dari total nilai Dana Desa per kampung.

Menurutnya, bantuan penanaman padi dari APBD Mahulu total Rp8,5 miliar atau tiap hektare mendapat bantuan Rp2 juta, sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten yang berbatasan darat dengan Malaysia bagian timur tersebut.

"Kita bersyukur karena tahun ini yang dari Dana Desa sudah tercetak 297 ha lahan padi. Dari total lahan tersebut, jumlah yang sudah dilakukan panen perdana pada 9 Juni lalu sebanyak 143 ha," akunya.

Ia juga mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan Rapat Ketahanan Pangan di lima kecamatan, yakni pertemuan dengan melibatkan para petinggi (kepala desa) untuk percepatan mencetak lahan padi, guna mendapat bantuan Rp2 juta per hektare. Tahun lalu, katanya, ada keterlambatan pencetakan lahan padi di Mahulu karena terkendala oleh dua hal, yakni Dana Desa yang terlambat pencairannya dan pengaruh cuaca, yakni intensitas hujan yang lebih sering dengan curah hujan tinggi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar