Gejala Lengkap Serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC)

KBRN, Samarinda: Pada usaha budidaya tanaman padi, umumnya kita mengenal Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerangnya. OPT tersebut bisa digolongkan dalam beberapa tingkat kerusakan yang dihasilkan. Tingkat kerusakan tersebut bisa ringan, sedang maupun berat. 

Untuk tingkat kerusakan dapat disebabkan oleh jenis OPT seperti Tikus, Penggerek batang, Wereng Hijau dan Wereng Batang Coklat atau WBC.

Untuk hama wereng batang cokelat (WBC) ini, dapat menyebabkan kerusakan secara langsung maupun tidak langsung pada tanaman padi. Sebagaimana dikutip dari laman sampulpertanian.com, kerusakan langsung berupa tanaman padi pertumbuhannya akan terhambat, mati kekeringan dan tampak seperti terbakar yang diakibatkan cairan pada sel tanaman padi dihisap oleh Wereng Coklat.

Sedangkan untuk kerusakan tidak langsung yang disebabkan oleh WBC adalah penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa, karena Wereng Batang Coklat merupakan vektor dari penyakit dan virus tersebut.

Wereng batang coklat mulai menyerang pertanaman padi pada umur 15 hst dan mulai terlihat pada umur tanaman 20-40 hst atau pada fase vegetatif.

Hama WBC ini akan menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan pada batang tanaman padi sehingga mengakibatkan gejala pada daun yang menguning (hopperbum) selanjutnya pertumbuhan batang tanaman menjadi terganggu.

Biasanya gejala hopperbum di hamparan padi terlihat seperti lingkaran, hal ini menunjukkan bahwa penyebaran hama wereng coklat dimulai dari satu titik kemudian menyebar lebih luas ke segala arah dan membentuk lingkaran.

Apabila populasi serangan tinggi, kerusakan yang ditimbulkan terlihat jelas di lapangan yang berupa warna daun dan batang tanaman berubah menjadi kuning, yang kemudian berubah menjadi warna coklat jerami yang terlihat seperti disiram air panas, dimana tanaman bertahap akan mengering.

Apabila hama WBC menyerang pada fasegeneratif, tanaman padi akan menyebabkan terjadinya puso atau gagal panen. Sedangkan jika menyerang dalam fase vegetatif akan menyebarkan virus kerdil hampa dan kerdil rumput.

Virus kerdil hampa (Ragged stunt) dan virus kerdil rumput (Grassy Stunt) sama bahayanya dari serangan wereng itu sendiri dan bahkan saat ini hama wereng batang coklat aktif menularkan virus kerdil rumput tipe 2.

Ciri-ciri tanaman terserang kerdil rumput diantaranya adalah tanaman padi akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan secara keseluruhan sehingga tanaman tidak tumbuh mencapai tinggi yang optimal sesuai potensi dari tanaman, yang mengakibatkan malai padi tidak keluar.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengendalian untuk pencegahan hama WBC, karena jika menunggu terserang, tanaman padi akan tidak optimal pertumbuhan dan perkembangannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar