Telok Ukan Makanan Yang Harus Ada Bulan Agustus Di Palembang

Photo : Gatra.com

KBRN, Samarinda : Kota Palembang mempunyai beragam makanan khas, salah satu makanan yang ada hanya saat jelang 17 Agustus yaitu Telok Ukan. Telok ukan adalah salah satu makanan tradisional khas Palembang yang hanya dijual di bulan Agustus, biasanya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI.

Dilansir dari tribunnews, nama Telok Ukan merupakan penyebutan lain dari kata telok bukan (Telok Ukan) atau yang dalam bahasa Indonesia berarti telur atau bukan. Kata-kata tersebut dahulu sering dilontarkan pendatang atau orang yang bukan asli Palembang. saat pertama kali melihat tampilan Telok Ukan yang memang berbeda dari telur-telur pada umumnya.

Telok ukan ini masuk ke dalam tradisi telok abang. Telok abang sendiri berarti telur berwana merah, karena diberi pewarna. Telok abang merupakan tradisi 17 Agustusan yang ada di Palembang. Sebenarnya tradisi telok abang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia.

Awalnya tradisi telok abang di Palembang dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun ratu Belanda Wilhelmina II di mana saat itu Indonesia dalam masa kolonial. Namun, semakin berjalannya waktu, tradisi ini dilakukan juga untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Telur yang dipakai bisa telur ayam atau telur bebek. Telur itu kemudian direbus dan diberi pewarna makanan berwarna merah. Setelah matang, telur disajikan dalam wadah berbentuk miniatur kapal. Kapal menggambarkan transportasi yang sering lalu lalang di sungai Musi, sungai yang punya peran penting bagi masyarakat Palembang.

Karena hanya tersedia saat bulan Agustus, telok ukan disebut sebagai makanan kebangsaan Indonesia bagi orang Palembang. Berjualan dan makan hidangan telur tersebut merupakan bentuk orang Palembang merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Biasanya bulan Agustus penjual telok ukan sudah berjejer di sepanjang Jalan Merdeka atau berada di sekitar kompleks perkantoran Pemkot Palembang. Dari tampilan luarnya, Telok Ukan memang terbilang unik. Biasanya Telok Ukan ini menggunakan telur bebek, yang diatas cangkangnya terdapat sebuah lubang kecil dan ditutup dengan bahan dari kayu gabus. Lubang di atas cangkang itu ada karena proses pengolahan untuk dijadikan telok ukan itu sendiri. Bila disantap, telok ukan bercita rasa gurih dan asin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar