Sejarah Cekilan Peyek

KBRN, Sendawar: Rempeyek atau peyek. Cemilan yang terbuat dari Campuran tepung beras, tepung kanji, dengan tupping kacang tanah , kedelai, udang,hingga teri,cemilan kriuk ini banyak dibuat menjelang idul Fitri meski begitu tak ada larangan membuat peyek kapan saja.

Ibu nur Salah satu pembuat peyek asal Jawa tengah yang saat ini berdomisili di melak kabupaten Kutai barat pada Jum'at (20/5/2022) kepada RRI sendawar menuturkan "bumbu peyek Kombinasi antara bawang putih, kencur, garam, kemiri, dan irisan daun jeruk , lalu dicampur ke adonan tepung dengan diberi kocokan telur".tuturnya

Di balik kriuk nya peyek ternyata mengandung makna sejarah yang luar biasa,yaitu pada abad ke 16 rempeyek sudah ditemukan Yogyakarta, Bermula dari perjalanan Ki Ageng Pamanahan bersama dengan rombongan untuk melakukan Bedhol Desa yang diperintahkan oleh Sultan Hadiwidjaya.

Kala itu rombongan harus menempuh jarak dari wilayah Surakarta menuju Alas Mentaok ,Di ujung perjalanannya rombongan dijemput oleh Ki Gede Karanglo, saat itu rombongan bertemu di pinggir Sungai Opak. Mereka pun beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh dan kemudian meneruskan perjalanan menuju kediaman Ki Gede Karanglo Mereka dipersilahkan untuk beristirahat dan disajikan makanan.

Saat itu menu yang disajikan adalah nasi putih, sayur pecel, peyek, dan sayur kenikir. Untuk pertama kalinya, rempeyek dianggap sebagai makanan yang mudah untuk dibuat dan memberikan rasa asin di tengah-tengah makanan hambar seperti nasi dan sayur saja, saat itulah rempeyek mulai dikenal.

Perlu diketahui bahwa kata rempeyek berasal dari kata rempah – rempah dan jiyek. Dengan bahan dasar rempah – rempah yang menjadi bahan masakan serta jiyek yang memiliki arti gepeng dan lebar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar