Kisah Pilu Korban Pemerkosaan Dipaksa Menikah Dengan Pelaku

KBRN, Samarinda : Korban pemerkosaan dipaksa untuk menikah dengan pelaku atau sang predator.

Hal inilah yang terjadi di Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Kartangera dimana seorang bocah 13 tahun harus mengalami tindak kekerasan seksual hingga pemerkosaan yang dilakukan oleh Ayah Tiri. naas nya setelah 7 tahun prilaku tak bermoral ini baru diketahui oleh sang ibu, itu pun karena sang anak hamil 5 bulan. Sang Ibu Kandung tak menyangka, suami yang ia cintai dan ia layani sepenuh hati , tega melakukan tindakan keji tersebut kepada anak perempuannya. Mirisnya, sang anak sebutlah Dahlia akhirnya dipaksa menikah dengan ayah tirinya ini untuk menutupi malu yang membuat mereka hidup bertiga sebagai keluarga namun tak lagi sebagai Ayah, Ibu dan anak melainkan, Suami dan dua Istri.

Melihat dan mendengar kejadian ini, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak atau TRC PPA Provinsi Kalimantan Timur geram dan melakukan komunikasi dengan korban, Ibu Kandung korban , keluarga korban hingga tokoh masayarakat setempat , akhirnya disepakati kasus ini dibawa ke ranah hukum, karena menurut Rina Zainun ketua TRC PPA Kaltim kasus ini adalah sebuah kejahatan yang harus dilaporkan dan pelaku harus mendapat hukum yang setimpal. Saat ini kasus sedang berproses di meja hijau dan korban telah melahirkan anak buah hasil pemerkosaan .

Rina menyayangkan kasus seperti ini terus terjadi, baik pemerkosaan oleh oknum Ayah Tiri, Ayah Kandung hingga tindak pelecehan seksual di dalam rumah tangga .

Menurutnya, akibat seorang perempuan tidak bekerja, pasrah dan mengantungkan diri kepada Suami sehingga siap menerima prilaku apapun hingga sebuah dosa besar yakni memperkosa anak kandungnya sendiri , oleh karena itu rina mengajak perempuan kaltim untuk bekali diri dengan keterampilan atau tetap bekerja agar tidak diperlakukan semena-mena oleh oknum suami.

Rina mendorong agar segala kasus baik pelecehan, kekerasan seksual hingga pemerkosaan untuk diproses hukum, agar menimbulkan efek jera, jangan sampai pelaku lolos dari jerat hukum hanya dengan menikahi korban . Selain itu Rina melihat korban pemerkosaan ini akan mengalami trauma sebanyak dua kali pertama ia diperkosa dan kedua dinikahkan secara paksa dengan orang tak ia sukai .

Terkait menikahkan korban pemerkosaan dan pelaku, Pmenurutnya, hal ini hanya akan memperparah trauma dam membuat korban kian trepuruk  .

Pemuka agama di Kaltim Ustad Pink Al-Koetai melihat fenomena kasus orang terdekat menjadi pelaku pemerkosaan hingga kekerasan seksual yang kian marak di benua etam ini, membuatnya angkat bicarA. menurutnya menikahkan korban pemerkosaan yang dilakukan oleh Ayah Tiri ,haram hukumnya, baik dengan adanya insiden itu atau tidak ada tetap haram hukumnya .

Dari ramainya polemik ini , ustad pink al-koetai mengingatkan bagi para perempuan yang ingin menikah dan telah memiliki seorang anak perempuan untuk lebih  berhati-hati dalam mencari suami, selain itu Ustad Pink juga memberi saran ketika telah menikah sebaiknya anak perempuan yang belia ini ,  hidup terpisah dari ayah tirinya , bisa dengan menitipkannya kepada nenek atau kakeknya atau disekolahkan diasrama hingga pesantren agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan tersebut .

Pemerkosaan dan kekerasan seksual jenis apa pun merupakan tindak  kriminal yang bisa dialami siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.  Pemerkosaan tidak bisa dianggap sepele karena tidak hanya meninggalkan luka fisik, tapi juga membawa luka batin yang sulit untuk disembuhkan.

Mari bersama kita perangi kejahatan seksual terhadap anak , laporkan dan jangan ada kata damai, agar memunculkan efek jera bagi pelaku atau bahkan calon pelaku selanjutnya. (ETHA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00