Budaya Kuda Lumping Eksis di Perbatasan

Kesenian Kuda Lumping di Mahulu.jpg

KBRN, Mahulu : Salah satu adat kebudayaan Jawa Kuda Lumping kini turut berkembang di Mahakam Ulu yang kental dengan istiadat dayak secara fundamental. Tampil perdana di Lapangan Ujoh Bilang, kegiatan itu ikut memeriahkan acara Agustusan di perbatasan.

Paguyuban Keluarga Jawa Mahakam Ulu (JAMU) selaku pelaksana, melabeli seni kuda lumping tersebut dengan nama Turonggo Mahulu Putro.  Rencananya kegiatan serupa akan digelar kembali ketika usai melaksanakan upaca bendera besok.

Menurut Rad Dhuha Sujono Bumiharjo selaku Pembina Jaranan Turonggo Mahulu Putro kegiatan ini bermanfaat untuk mengenalkan kesenian daerah khususnya kesenian daerah Jawa kepada masyarakat sekitar, dan mengajak masyarakat Jawa yang berada di Kabupaten Mahakam Ulu agar bisa aktif bersama dalam membangun kabupaten ini melalui budaya daerah.

Rad Dhuha Sujono Bumiharjo selaku Pembina Jaranan Turonggo Mahulu Putro menuturkan, kegiatan ini bermanfaat untuk mengenalkan kesenian daerah khususnya kesenian daerah Jawa kepada masyarakat sekitar.

“Kita berusaha mengajak masyarakat Jawa dan warga lainnya yang berada di Kabupaten Mahakam Ulu agar bisa aktif bersama dalam membangun kabupaten ini melalui budaya,” terang Sujono (16/8/2022).

Kuda Lumping atau biasa disebut Jaran Kepang atau Jathilan sendiri merupakan tarian tradisional Jawa yang berasal dari Ponorogo dan menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang.

Keunikan tarian ini yang paling menonjol adalah adanya kesurupan yang dipertontonkan dengan bebas dengan pengendalian seorang pawang, dan dalam penampilannya tarian ini diiringi oleh alat musik tradisional seperti gong, kenong, kendang, dan juga slompret.

Terhitung sejak bulan Juni lalu Paguyuban Keluarga Jawa Mahakam Ulu (JAMU) yang menaungi kegiatan pagelaran seni kuda lumping ini sudah beranggotakan kurang lebih sekitar 300 orang dan mayoritas berada di Kecamatan Long Bagun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar