PPU Kembali Gelar Festival Adat Nondoi

KBRN, Samarinda : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disdukpar) PPU bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser menyelenggarakan pagelaran Festival Belian Adat Paser Nondoi di Rumah Adat Kuta Penajam, Kalimantan Timur. Nondoi adalah ritual adat tertua suku Paser yang dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini biasa digelar selama tujuh hari, namun ditengah pandemi covid-19 dilakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten PPU menyambut baik dan berterima kasih serta memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disdukpar) PPU, Lembaga Adat Paser dan segenap panitia penyelenggara Festival Belian Adat,  yang terus konsisten dan aktif menyelenggarakan pagelaran pentas seni budaya Paser dalam rangka mempromosikan eksistensi seni budaya Adat Paser dikalangan masyarakat.

Dilihat dari sisi sejarah, upacara Nondoi pertama kali dilaksanakan oleh Nalau Raja Tondoi, salah satu raja di Kesultanan Paser tempo dulu. Dalam acara Nondoi akan ada ritual yang disebut Belian. ritual Nondoi dan Belian ini dilaksanakan untuk berbagai tujuan. Bisa untuk ritual bersih-bersih kampung dari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa untuk pengobatan, hingga pembangunan rumah adat. Semua tergantung kepada si empun yang punya hajat.

Festival Belian Adat Paser Nondoi merupakan upaya untuk pelestarian kekayaan budaya lokal dan adat istiadat masyarakat Paser, yang mana Budaya Paser telah ditetapkan sebagai unsur budaya Kabupaten  PPU, sehingga kegiatan tersebut dikemas lebih baik lagi sesuai dengan syariat agama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00