Muda Mudi Asal Samarinda, Perkenalkan Daerah lewat Seni Tari

KBRN, Samarinda : Lemahnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya daerah masing-masing bisa dilihat dari trend gaya hidup yang banyak budaya modern yang kebarat-baratan. Akibatnya, mereka kurang mengenal budaya daerah negeri sendiri apalagi bisa ikut mempelajari dan melestarikannya. Tapi, berebeda dengan apa yang dilakukan 2 orang muda mudi asal Samarinda ini, mereka terus melestarikan seni budaya asli Indonesia dalam bidang seni tari.

Frans dan Chici sedikit generasi milenial yang masih melestarikan seni  Tari asli Kalimantan ini patut di apresiasi, mereka tergabung dalam sanggar BSBI Bina Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur Pimpinan Asrani. R, S.pd M.Si.

Saat ditanya RRI kenapa memilih tari tradisional ditengah era modernisasi Ia pun menjawab, “Karena tari tradisional merupakan identitas suatu daerah yg harus di kembangkan agar tidak musnah”. Kata Frans.

Frans Aryo Irawan, pemuda kelahiran Samarinda, 10 Mei 1990 silam ini pun bercerita awal ketertarikannya di seni tari adalah berawal saat Kalimantan Timur menjadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional  PON pada tahun 2008, dari situ lah ia tertarik dan masuk dalam Sanggar Tari Tradisional, dan juga karena keluarga besarnya memiliki darah seni,

Ia mengatakan kesulitan waktu pertama kali mempelajari seni tari tradisional ini adalah mempelajari Gerakan dasar  dari tari tersebut, tak terasa ia pun  sudah 14 tahun ia melestarikan seni tari tradisional.

Frans pun  pernah mengikuti kejuaraan tari pada Festival Mahakam tahun 2016 dan berhasil meraih Juara 1 kategori Tari Pesisir.

Ia pun berharap “semoga tari tradisional ini tidak terlupakan dan semoga generasi berikutnya terus mengembangkan tari daerah khususnya Kaltim”. Ujarnya.

Senada dengan Frans, Thesia Saskia Putri atau yang akrab di sapa Chici ini pun mengatakan "Kita sebagai generasi milenial harus lebih pintar lagi dalam memanfaatkan teknologi, Setelah adanya kesadaran itu lah alasan saya, untuk semestinya berusaha dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Menampilkan seperti apa kebudayaan kita dengan menarikan tari tarian tradisional Memperkenalkan kepada dunia tentang asyik nya mempelajari kebudayaan kita, dan juga memperkenalkan melalui jejaring sosial media. kalo bukan generasi kita sendiri yang melestarikan lalu siapa lagi ?", ungkap gadis 22 tahun ini .

Perempuan asal Samarinda yang memiliki segudang Prestasi ini juga bercerita awal ketertarikannya dalam seni tari adalah  karena Sejak kecil, ia memang sudah suka dengan seni tari. Seiring berjalannya waktu Chici pun mulai mendalami hobby menari nya ini dengan bergabung dengan Sanggar Tari Tradisional.

Berbagai Prestasi pun sudah pernah diraih oleh Chici baik itu Mewakili Kalimantan Timur maupun Kota tercinta Kota Samarinda, antara lain :

  1. Empat kali berturut turut yaitu pada 2011, 2012, 2013 2014 meraih Juara 1 Lomba Musik Tradisional Kreasi pada Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Samarinda.
  2. Pada tahun 2013 meraih Juara 1 Lomba Parade / Defile kategori etnis pada Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Samarinda.
  3. Tahun berikutnya tepatnya pada tahun 2014 meraih Juara 1 dan Penata Tari Terbaik, Penata Busana Terbaik pada Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Samarinda.
  4. Pada tahun 2015 sebagai Penyaji Terbaik II, Penata Tari Terbaik, Penata Busana Terbaik di Lomba Tari Kreasi Daerah (kategori pesisir) pada Festival Borneo, Samarinda.
  5. Ditahun yang sama yaitu tahun 2015 menjadi Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Pencipta Lagu Terbaik di Parade Lagu Daerah "Gita Permata Nusantara", TMII, Jakarta.
  6. Pada tahun 2016 meraih Juara II di Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Samarinda.
  7. Kembali pada tahun 2016 meraih Juara 2 di Festival Borneo, Pontianak.
  8. Pada tahun  2018 meraih Juara 1 fertival kemilau
  9. Dan pada tahun 2021 meraih Juara 1 festival kudungga

Chici pun juga ikut berpesan " Generasi muda harapan masa depan bangsa, oleh karena itu di pundak generasi muda lah nasib Suatu bangsa apabila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat kuat untuk memajukan budaya daerah bangsa itu akan besar. Ayo semangat terus dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya kita", Pungkasnya.

Sejatinya kesadaran untuk melestarikan warisan budaya bangsa memang harus dimulai dari para generasi bangsa karena di pundaknya lah ada potensi besar yang dapat memotivasi berbagai pihak. Demi mempertahankan seni dan budaya Indonesia, generasi muda wajib membangun kesadaran untuk melestarikan, menjaga, serta melindungi apa yang sudah menjadi warisan budaya Indonesia agar tetap berkembang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00