Museum Batiwakkal Menyimpan Barang Kuno Peninggalan Kesultanan Gunung Tabur

KBRN, Samarinda : Bagi anda pecinta sejarah, jika anda berkunjung ke Kabupaten Berau, tidak ada salahnya untuk mampir melihat peninggalan yang ada disana salah satunya adalah Keraton Kesultanan Gunung Tabur. Kesultanan Gunung Tabur adalah kerajaan yang merupakan hasil pemecahan dari Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an. Terletak dalam wilayah kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur.

Saat ini keraton kesultanan Gunung Tabur dijadikan museum bernama Battiwakal, yang berarti usaha masyarakat yang tak kenal henti dalam melaksanakan tugas. Museum tersebut menyimpan benda-benda koleksi yang pernah digunakan oleh keluarga kerajaan pada masa itu. Singgasananya masih lengkap, dan uniknya ada dispenser dari keramik serta timbangan bayi sebagai salah satu koleksinya.

Selain itu, adapula koleksi meriam kuno, senapan, pakaian kebesaran raja, meja dan kursi rapat, kamar ganti wanita, serta pernak pernik lain yang terbuat dari keramik dan kayu. Semua tersimpan rapi dalam beberapa ruangan di dalam bangunan utama. Biasanya ada pemandu yang membantu menjelaskan barang-barang yang menjadi koleksi beserta sejarahnya.

Bangunan utamanya sendiri sempat hancur pada tahun 1945, direnovasi kembali sekitar tahun 1990 dan dibuka resmi menjadi museum tahun 1992. Di halaman depan terdapat dua pos yang menyimpan meriam yang digunakan untuk berperang melawan Belanda. Bangunannya sendiri tidak terlalu besar, sehingga cukup sekitar 1-2 jam saja untuk melihat-lihat koleksi di dalam museum. Hanya warnanya cukup unik, kuning setengah tua seperti warna istana kerajaan lain di Kalimantan dan Sumatera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00