Oknum Polisi di Balikpapan Diduga Minta Uang Damai Kepada Pengetab? ini Penjelasannya

KBRN, BALIKPAPAN – Belakangan ini para pelaku pengetab BBM semakin menjadi. Sehingga aparat kepolisian tidak henti-hentinya melakukan pengungkapan, baik kelas teri hingga kelas kakap. 

Salah satunya di Polsek Balikpapan Timur berhasil mengungkap pengetab BBM bersubsidi. Namun ironisnya, dari hasil pengungkapan tersebut, terdapat seorang anak dibawah umur yang diamankan lantaran kedapatan memindahkan BBM dari tangki motor ke dalam jeriken.

“Iya, kami memang ada mengamankan beberapa pengetab BBM Pertalite dan ini terus kami dalami. Nah yang kami amankan ini salah satunya ada anak dibawah umur mindahin BBM nya dari tangki motor ke dalam jeriken di dekat SPBU Manggar. Nah ini kan tidak dibenarkan,” kata Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Safi’I pada Minggu (7/8/2022).

Motor pelaku beserta tiga jeriken berisikan BBM jenis pertalite itu diamankan ke kantor Polsek Balikpapan Timur sebagai barang bukti. Petugas pun memanggil pelaku hingga keluarganya untuk dimintai keterangan serta diberikan pengarahan di Mapolsek. Hanya saja yang bersangkutan hingga hari ini tidak datang.

“Kami amankan barang buktinya ada di kantor. Kami panggil yang bersangkutan dan minta datang orang tuanya ternyata ada di Sulawesi. Terus kami minta keluarganya atau orang yang menyuruhnya untuk datang ke kantor, tapi sampai hari ini nggak datang-datang, padahal kami cuma ingin meminta keterangan saja,” jelas Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, Ipda Wirawan.

Namun belakangan muncul isu bahwa para pengetab yang diamankan diduga diminta uang damai oleh oknum polisi. Hal ini diungkapkan Amin (bukan nama sebenarnya) mengatakan saat dirinya diamankan, salah satu oknum polisi di Polsek Balikpapan Timur itu meminta agar kasus ini diselesaikan dengan damai. Namun dengan iming-iming sesuatu yang ditawarkan oleh oknum polisi tersebut.

“Awalnya oknum polisi ini bilang ke saya (Amin), kamu bayar saja Rp4 juta jadi selesai urusanmu. Tidak panjang dan sudah boleh pulang ke rumah,” ujarnya.

Karena tak punya cukup uang, Amin pun bernegosiasi untuk mengurangi uang yang diminta. Saat itu keluarga Amin datang dan memberikan uang yang diminta kepada oknum polisi tersebut.

“Saya mampunya cuma segitu mas, itu aja uang hasil dari jerih payah saya ngetab BBM ecer,” bebernya.

Rupanya kejadian ini tidak hanya dialami Amin saja, pengetab lain yakni Edi (bukan nama sebenarnya) juga merasakannya. Saat itu dirinya diamankan petugas saat memindahkan bahan bakar dari tangki motor ke jeriken. 

“Katanya mau diproses di Polsek Balikpapan Timur, tahu-tahunya sama oknum polisi ini ditawari jalur damai tapi bayar nominal Rp2 juta hingga Rp3 juta. Mau nggak mau kita baya raja mas, kalau nggak saya sama motor juga ikut ditahan,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Safi’i membantah. Pihaknya tidak pernah meminta uang damai terhadap para pengetab terlebih saat ini Polsek Balikpapan Timur memang tengah gencar melakukan pengungkapan kasus pengetaban BBM.

“Kalau masalah damai itu nggak ada bang, kami amankan mereka dan diminta datang untuk ke Polsek agar diberi pengarahan dan dimintai keterangan. Setelah kami arahkan seperti itu kami kembalikan mereka untuk beraktivitas kembali tapi tidak dengan membawa jeriken,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar