Pria Bawa Sajam Kejar Wanita 19 Tahun di Jalan Barong-Melak, Diduga Begal ?

Gambar Ilustrasi korban begal motor. Foto/Istimewa

KBRN, Sendawar : Sandrina Melyqiano, seorang wanita asal kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat mengaku dikejar pria di jalan protokol dua jalur Barong Tongkok menuju Melak, Sabtu (22/1/2022) malam.

Perempuan 19 tahun itu mengaku pria yang mengejar dirinya membawa senjata tajam (sajam).

"Dia ada bawa sajam diikat di pinggang," kata Sandrina saat dikonfirmasi RRI melalui telpon seluler, Selasa (25/1/2022).

Sandrina menjelaskan, saat itu dia baru pulang menjenguk keluarganya yang sakit di RSUD Harapan Insan Sendawar sekitar jam 10 malam.

Rina menggunakan sepeda motor matic.

Dalam perjalanan dari Barong Tongkok kondisi jalanan masih ramai. Sepanjang perjalanan dia juga tidak melihat kaca spion ke arah belakang karena merasa aman dan lampu jalan masih terang.

Namun saat memasuki simpang Bandara Melalan lampu jalan mulai mati dan gelap. Beberapa meter dari simpang Bandara tepat di turunan tajam tiba-tiba motornya ditendang dari belakang.

"Pas ditendang itu saya tidak oleng ngga sampai jatuh dan saya tahan kuat motor. Saya lihat ke belakang orang yang menendang saya itu laki-laki. Dia pakai helm, masker dan pakai jaket. Dia bawa Sajam Mandau (parang). Motonya gde motor besar kaya R15," ungkap Rina sapaan akrabnya.

Karena ketakutan Rina pun memacu kendaraannya lebih cepat. Namun pria tersebut tetap mengejarnya dari belakang.

Rina sempat tabrak trotoar depan kantor pos perwakilan TNI Angkatan Udara. Disitu motor Rina ditendang lagi dari belakang.

Makin ketakutan, dia lalu berteriak minta tolong sepanjang jalan.

"Disitu saya sempat ketemu orang cuma mungkin karena saya terlalu laju jadi orang kurang perhatian," katanya.

"Dari awal saya ditendang itu saya ngga berhenti teriak. Saya teriak-teriak tapi belum ada orang yang menolong," sambung Rina.

Dia terus ngebut ke arah Melak namun karena pria tersebut mengendarai kendaraan besar, lajunya selalu diikuti dari belakang.

Sampai di Karang Rejo kampung Sendawar motor Rina ditendang lagi oleh pria yang diduga begal motor tersebut.

"Orang yang ngejar saya ini kalau pas ada orang atau ada motor itu dia agak pelan. Saya lari terus sampai di turunan dekat Gereja Royok itu saya ketemu orang lagi tapi mereka tidak bisa tolong karena saya teriak sambil jalan," lanjut perempuan yang bekerja di salah satu rumah makan di daerah Melak itu.

Gadis muda ini akhirnya bertemu dengan 4 pria di simpang Royok dan meminta bantuan perlindungan.

Sementara pria yang mengejar itu langsung putar balik motor setelah melihat Rina ditolong warga setempat.

Rina lalu menghubungi keluarganya untuk dijemput. Namun naas saat akan menelpon HP Rina malah jatuh.

Ke empat pria dan warga sekitar mencoba menenangkan Rina yang masih ketakutan. Sekitar pukul 12 malam dia akhirnya diantar ke rumahnya di Melak oleh pria yang membantunya dari kejaran si pemotor begal.

Gara-gara kejadian itu Rina jadi trauma dan ketakutan. Dia tidak berani keluar rumah.

"Trauma banget, ngga berani bawa motor ngga berani jalan, takut. Beberapa hari ini saya tinggal di rumah terus. Kalau mau keluar ngga berani sendiri. Kecuali ada yang antar atau boncengan," tandasnya.

Dia juga tidak tahu persis orang yang mengejarnya hampir 10 kilo meter tersebut. Kejadian ini juga pertama kali dialami. 

Di sisi lain Rina menyebut tidak pernah bermasalah dengan orang lain atau keluarga.

"Saya tidak pernah ada masalah sama siapa-siapa. Ngga pernah cari musuh. Saya jarang juga jalan-jalan. Kerjanya juga dekat aja dari rumah. Jadi ngga ada masalah sama siapapun," tukasnya.

Rina mengaku sudah melaporkan ke Polres Kutai Barat pada Minggu (23/1).

"Sudah dilaporkan kakak saya sama temannya ke Polres. Dua hari ini dari Polisi di Polres telpon tanya soal kejadian itu, ya saya ceritakan lagi kejadiannya. Kata polisi kasusnya lagi ditindaklanjuti," tutupnya.

Kakak Rina juga mengakui memang sudah dilaporkan ke Polres. Namun ditanya soal bukti laporan dia mengaku belum ada.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kubar Iptu Yohanes Bonar Adiguna mengaku belum ada laporan resmi dari pihak korban ke Polres.

Dia memastikan jika ada laporan pasti segera ditindaklanjuti.

"Pasti akan kita tindaklanjuti kalau ada laporan ke kita. Tapi ini saya cek belum ada laporan. Kami pastikan tidak ada laporan yang tidak diproses. Apalagi ini masalah serius kalau sampai ada indikasi pembegalan," tegas Iptu Bonar Yohanes saat dikonfirmasi RRI melalui sambungan telepon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar