Selain 2018, Kejari Kubar Juga Sidik Pengadaan Seragam Sekola Disdikbud Tahun 2017

Bayu Pramesti (tengah) saat menyampaikan konferensi pers terkait pengembangan dugaan Tipikor pengadaan seragam sekolah pada Disdikbud Kubar. (29/11/2021).

KBRN, Sendawar : Kejaksaan Negeri Kutai Barat (Kubar) terus mengembangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar. Yakni pengadaan seragam anak sekolah dua tahun berturut-turut.

Pasalnya selain tahun 2018, korps Adhiyaksa juga melakukan penyidikan untuk pengadaan tahun 2017.

Bahkan sudah ada 23 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Tim penyidik telah melakukan proses penyidikan salah satunya melakukan pemanggilan saksi-saksi. Semuanya sedang kita dalami,” ujar kepala Kejaksaan Negeri Kubar Bayu Pramesti kepada wartawan di kantor Kejari, jalan Sendawar Raya kecamatan Barong Tongkok, Senin (29/11/2021).

Bayu Pramesti, Kepala Kejari Kutai Barat, usai konpers terkati dugaan tipikor seragam sekolah Disdikbud Kubar. Foto/RRI

Selain pemanggilan saksi-saksi, Kejari juga sudah meminta tim ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Timur, untuk menghitung kerugian negara.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan ada perkembangan terbaru,” kata Kajari didampingi Kasi pidana Khusus Iswan Noor dan Kasin Intelejen Ricki Rionart Panggabean.

BACA JUGA:

Kejari Kubar Geledah Kantor Disdikbud dan DPMPTSP, Terkait Dugaan Tipikor Seragam Sekolah

Soal jumlah kerugian negara menurut Bayu belum dipastikan. Hanya saja tim penyidik sudah memiliki bukti permulaan untuk menaikan perkara dugaan rasuah itu dari penyelidikan ke penyidikan.

“Pokoknya ada (kerugian negara) agak tinggi juga. Tapi karena ini materi pemeriksaan masih. Yang jelas namanya penyidikan pasti ada potensi. Jumlahnya sepertinya agak besar,” tukas Bayu.

Saat ditanya apakah potensi kerugian mencapai miliaran rupiah Kajari hanya menjawab “sepertinya begitu, tapi ini masih bocoran,” ucapnya.

Dia mengatakan, yang terpenting apa yang dikerjakan oleh kejaksaan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Kerugiannya sudah ada sih, hasil penghitungan tim penyidik itu sudah ada. Tapi kita minta bantu ahli. Untuk lebih detail nanti pada saat dakwaan,” beber Bayu.

Tim Pidsus Kejari Kubar lakukan penggeledahan di kantor Disdikbud Kubar untuk mencari dokumen proyek. (21/9/2021). Foto dok. RRI Sendawar.

Sementara terkait waktu penyidikan dan potensi tersangka, Bayu Pramesti mengaku secepatnya.

“Setelah ada keterangan ahli, tim penyidik akan segera mengusulkan penetapan tersangkanya. Batas waktu penyidikan secepat mungkin, mudah-mudahan BPKP lebih cepat,” imbuh mantan Kajari Oku tersebut.

BACA JUGA:

Kantornya Digeledah Kejari, Kadis Pendidikan: Kita Hormati Proses Hukum

Sementara terkait informasi bahwa proyek pengadaan seragam sekolah pada Disdikbud Kubar sudah clear dengan dikembalikannya kerugian negara atas temuan BPK, juga dijawab Kajari.

Menurutnya tim penyidik tidak mencampuri temuan atau kewenangan instansi lain. Yang jelas perkara itu masih terus didalami oleh Kejari Kubar untuk mencari modus dan niat melakukan korupsi.

“Namanya penyidikan dia mencari mens rea dan actus reus. Jadi niat jahat dan perbuatannya. Disitu penyidik ini menemukan bukti permulaan yang cukup. Jadi kita tidak berpendapat terhadap temuan instansi lain,” jelasnya.

Tim Pidsus Kejari menyampaikan tujuan penggledahan kepada Kadis Dikbud Kubar, Ngampun. (21/9/2021).

Sebelumnya Kejari Kubar juga pernah melakukan penggledahan di kantor Disdikbud Kubar dan DPM-PTSP untuk mencari dokukmen terkati proyek yang menelan dana hingga Rp 10 Miliar tersebut.

Diketahui berdasarkan data yang dihimpun RRI melalui situs LPSE Kabupaten Kutai Barat terdapat dua kali lelang.

Pertama Pengadaan Seragam Untuk Anak - Anak Sekolah SD/MI/SLB,SMP/MTs dan SMA/SMK/MA tahun 2017.

Nilai proyek sebesar Rp 5,1 Miliar dengan pemenang lelang adalah CV. Remaja asal Bandung Jawa Barat.

Kemudian tahun 2018, dilelang lagi dengan pagu anggaran Rp 5 miliar. Proyek itu dimenangkan PT. Batu Belida Abadi (BBA), asal kecamatan Damai kabupaten Kutai Barat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar