Lapas dan Rutan Balikpapan Usulkan Ribuan WBP Dapat Remisi Kemerdekaan

KBRN, BALIKPAPAN – Sebanyak 1.154 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas II A Balikpapan dan 650 WBP Rutan Klas II B Balikpapan diusulkan mendapat pengurangan masa tahanan atau remisi Kemerdekaan. 

Kepala Lapas Balikpapan, Pujiono Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pengurangan remisi di hari Kemerdekaan RI. Ia mengatakan biasanya pada masa Kemerdekaan ini banyak WBP yang mendapatkan potongan masa tahanan.

"Yang jelas antara remisi 17 Agustus akan lebih banyak dari remisi Idu fitri atau hari besar keagamaan lainnya. Karena kalau Idul fitri hanya untuk warga binaan yang beragama Islam. Kalau remisi kemerdekaan, semua bisa dapat," ujarnya.

Hanya saja dirinya belum mau menyampaikan secara pasti jumlah narapidana yang diusulkan mendapat remisi. Pujiono menjelaskan, WBP yang diusulkan merupakan warga binaan yang berkelakuan baik dan tidak melanggar aturan. "Mereka harus mengikuti kegiatan di dalam (Lapas), seperti senam, pengajian dan kegiatan rohani. Dan para anggota juga pastinya menilai pada WBP yang ada di dalam tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu Rutan Balikpapan juga mengusulkan sebanyak 650 WBP nya untuk mendapatkan remisi masa tahanan. Kepala Rutan Balikpapan, Jul Herry Siburian mengatakan usulan pemberian remisi terbagi menjadi dua kategori yakni Remisi Umum (RU) I yang dikurangi masa tahanannya. Untuk Remisi Umum (RU) II yakni langsung bebas.

"Kami mengusulkan sebanyak 650 orang untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa  pidana dalam rangka peringatan hari besar kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77," ungkapnya.

Herry melanjutkan, setiap perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah memberikan pengurangan hukuman pada narapidana dan anak pidana. 

Sebagaimana diamanatkan pada UU No 22 tahun 2022 yang pelaksanaanya diatur oleh PP No 99 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas PP No 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan. 

Termasuk dalam kepres No 174 tahun 1999 tentang remisi dan peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No 07 tahun 2022  tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

"Mereka yang mendapatkan usulan remisi ini yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, yakni berkelakuan baik serta mengikuti kegiatan pembinaan di Rutan Balikpapan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar