Kejari Kutim Sidik Pengadaan Solar Cell di Dinas Pendidikan Kutim, Rugikan Negara 19 Miliar Rupiah

Ilustrasi Solar Sell, Gubernur Tinjau Rantau Pulung (Dok Adpim)

KBRN, Kutim : 2 tahun terakhir merupakan tahunnya kejayaan korupsi di Kutai Timur. Setidaknya ini terdata   dari penangkapan Bupati dan Ketua DPRD Kutim serta beberapa kepala Dinas dalam Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.  Sementara kini,  dua kasus dugaan korupsi  dengan APBD Kutim tahun 2020, sedang dalam penyidikan Kejari Kutim, dengan  anggaran  puluhan miliar.

Kasus terakhir, adalah  kasus pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan Kutim. Anggarannya Rp24 miliar, namun dugaan kerugian sekitar Rp19 miliar.

Kajari Kutim Henriyadi W Putro Via telepon mengakui, pihaknya dan jajaranya  sedang melakukan penyidikan kasus  korupsi pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan. “kasus ini sudah naik penyidikan. Pengadaan solar cell di Disdik tahun 2020.  Anggaran  senilai Rp24 miliar, terbagi 135 paket. Dugaan kerugian sementara dari hasil perhitungan penyidik, sekitar Rp19 miliar,” jelas Kajari, didampingi Kasi Pidsus Wasita Triantara.Sabtu,(2/7/2022)

Diakui,  dugaan besarnya  kerugian dalam kasus ini karena  barang yang dibeli , barang dari china, yang hargannya jauh dari  harga  produk lain.   Barang ini dibagi ke 135 sekolah dan Unit pelaksana teknis Dinas (UPTD) Disdik Kutim.

Tiap paket barang tidak merata nilainya. Ada harga Rp199 juta per paket, sementara lainnya ada yang dibawa itu. Padahal, RAP  hanya Rp24 juta per tiang.

“Dalam kasus ini sudah ada 35 orang saksi  kami periksa. Ada saksi dari  Disdik, ada dari pihak penyedia barang  termasuk kontrakator,” jelas Henriyadi.

Kajari Kutim Henriyadi W Putro (dok Kajari Kutim)

Modus yang dilakukan adalah kebanyakan pinjam CV.  Dari 135 paket,  ada 33 CV  yang menjadi kontraktor. Tapi pada umumnya CV tersebut juga hanya pinjaman nama, dengan  upah 2 persen dari kontrak. 

“Pemeriksaan masih terus berlanjut,  karena masih saksi yang akan kami panggil untuk diperiksa.  Pemeriksaan agak lambat karena memang ada saksi dari luar  yang harus dipanggil sehingga   karena masalah waktu,  ada yang pemeriksaannya tertunda. Tapi kami pastikan akan kami lanjutkan terus hingga tuntas.

Tuntas dalam arti, tuntas penyidikan, tuntas penuntutan , hingga eksekusi. Dalam hal ini termasuk eksekusi  pemulihan kerugian negarannya, seperti telah kami lakukan beberapa kali,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar