Kejati kaltim Fokus Selesaikan Perkara Melalui Restorative Justice

KBRN, Samarinda : Gede made pasek swardiana Asisten Tindak Pidana UMum Kejaksaan Tinggi Kaltim menjelaskan penanganan perkara dengan model  Restorative justice menjadi priorotas bagi jaksa agung beserta jajaran di daerah di seluruh Indonesia .

Menurutnya, Jaksa yang dipahamai oleh warga sebagai lembaga Pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan Negara dibidang penuntutan sehingga dalam kontek ini maka seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dituntut untuk bisa mewujudkan terciptanya kepastian , ketertiban, keadilan dan kebenaran hukum serta mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan berdasarkan aturan yang berlaku guna mewujudkan Restorative justice yang termaktub dalam UU No 11 Tahun 2021.

“saat ini penanganan perkara dengan model  Restorative Justice menjadi priorotas bagi jaksa agung beserta jajaran di daerah di seluruh Indonesia selama dua tahun terakhir jadi semua Kejaksaan  sebagai penuntut umum dituntut untuk dapat mewujudkan terciptanya kepastian, ketertiban, keadilan dan kebenaran hukum serta mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan hal ini sebagai upaya mewujudkan Restorative justice”,kata Gede made pasek swardiana Asisten Tindak Pidana UMum Kejaksaan Tinggi Kaltim kepada RRI di Samarinda.

Sehingga saat ini Kejati Kaltim pun terus melihat perkara tidak selalu diselesaikan di meja pengadilan namun bisa melalui pendekatan Restorative justice yang sekarang sudah 13 kasus yang diselesaikan dengan pendekatan ini .

Seperti diketahui Kejaksaan Agung menyatakan telah merampungkan ratusan penuntutan dalam kasus pidana melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif sejak 2020 lalu. Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum Fadil Zumhana yanhg pernah menjabat sebagai Kajati Kaltim  mengatakan bahwa mekanisme hukum tersebut gencar dilakukan usai diterbitkan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Restorative Justice merupakan upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar