Kejati Kaltim Turun ke Berau , Sita Ratusan Dokumen pembayaran (BBN-KB) dan (PKB), UPT PPRD

Rilis Penggeledahan Penyidik Kejati Kaltim (Dok Penyidik Kejati Kaltim)

KBRN, Berau : Jajaran  Kejaksaan Tinggi Kaltim bersama Kejaksaan Negeri Berau, melakukan penggeledahan kantor UPT Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Kalimantan Timur.

Kepala Seksi Penyidikan Kejaksanaan Tinggi Kaltim, Indra Timothy menjelaskan bahwa penggeledahan ini dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti pada kasus dugaan tindak pidana korupsi, terhadap pembayaran Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

"Penyelidikan terlahang beberapa dokumen yang berada di UPT PPRD Berau. Kami telah memiliki surat penggeledahan dan penetapan dari Pengadilan Tanjung Redeb untuk melakukannya," Pada Rilis, Senin, (23/5/2022).

Adapun dokumen yang dicari merupakan dokumen fisik sebanyak 305 lembar bukti pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD).

Sebelumnya, pihak penyidik hanya memiliki 135 lembar SKPD sehingga dilakukan penggeledahan untuk mendapatkan sisa berkas beserta dokumen SOP.

"Untuk proses pembuktian mereka menyerahkan 130 dokumen, sehingga dalam oenggeledahan kami mendapat sisanya 180 dokumen," tambahnya.

Kolaborasi Kejati Kaltim dan Kejari Berau

Hal ini dilakukan dikarenakan didapati laporan masyarakat terkait adanya perbedaan pendapatan yang seharusnya diterima daerah.

"Ada selisih antara yang disetor (wajib pajak) dengan yang diterima (daerah), ada permainan," lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Melalui Whatapssnya, Kepala UPT PPRD Berau, Wiliam Havre Yulian menjelaskan dirinya telah kooperatif terkait penggeledahan yang dilakukan di kantornya.

Dijelaskannya, apa yang menjadi kebutuhan penyidik telah diberikan. Yaitu berupa SKPD lembar kedua milik Provinsi Kaltim yang berada di Berau.

"Kami kooperatif. Sudah semua berkas yg dibutuhkan kami berikan," terangnya.

Lanjut, dirinya bersama beberapa staff nya juga telah menjelaskan bagaimana mekanisme pembayaran pajak sejak awal hingga akhir.

"Jadi proses dari awal, dari wajib pajak hingga akhir sudah dijelaskan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar