Melapor ke BK DPRD Balikpapan, Satu Anggota Dewan Bakal Diminta Keterangan

KBRN, Balikpapan - Kasus dugaan penelantaran terhadap mantan istri salah satu anggota dewan di Balikpapan terus berlanjut.

Setelah sebelumnya dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Balikpapan, hari ini (18/1) korban bersama Kuasa Hukumnya, Oki M Alfiansyah didampingi keluarganya itu kembali mendatangi BK DPRD Balikpapan. 

Kedatangannya untuk menanyakan proggres laporannya sudah sampai mana. Ia pun dihadapkan oleh salah satu anggota dewan yakni Aminuddin.

Dari pertemuan tersebut BK telah mengirimkan rujukan ke Mendagri terkait kasus ini. Hasilnya, satu anggota dewan yang dilaporkan tersebut rencananya akan dipanggil oleh BK pada Jumat nanti (21/1). 

"Beliau (Aminuddin) mengatakan bahwa BK sudah bekerja, sudah melakukan rujukan ke Mendagri terkait kasus seperti ini. Dari hasil rujukan ke Mendagri dan Anggota BK sudah merapatkan. Hasilnya agar permasalahan ini segera disesaikan. Insya allah nanti hari Jumat sesuai dengan agenda pemanggilan BK bahwa yang bersangkutan akan dipanggil terkait laporan kami," ungkap Oki dihadapan awak media pada Selasa (18/1). 

Pemanggilan satu anggota dewan terkait itu untuk mengkonfirmasi terhadap bukti-bukti yang dibawa oleh pelapor itu. Bukti-bukti tersebut diantaranya ialah tangkapan layar pesan dari yang bersangkutan terhadap mantan istrinya. 

"Buktinya adalah screen shoot dari yang bersangkutan menyampaikan bahwasanya dia sebagai suami akan menyanggupi dan menjanjikan macam-macam, rumah, mobil dan sebagainya, pokoknya yang indah-indah lah. Hampir tidak ada yang terealisasi, maka dari itu klien saya merasa terlantarkan dari masalah ini," katanya didampingi klien dan keluarganya yang datang dari Kutai Kartanegara. 

Oki mengatakan permasalahan ini adalah permasalah etik dari seorang anggota dewan. Hanya saja menurut BK, terdapat klasifikasi pelanggaran etik anggota dewan, mulai dari ringan sampai berat. Sanksinya pun berbeda-beda, mulai dari teguran sampai Penggantian Antar Waktu (PAW). 

"Nah beliau menyampaikan pelanggaran etik itu ada yang berat, dan sebagainya, jadi ada klasifikasinya. Nah nanti dilihat pelanggaran ini masuk dimana klasifikasinya. Kalaupun masuk pelanggaran berat ya sanksinya dikeluarkan sesuai dengan rujukan alat kelengkapan dewan (AKD)," pungkasnya. 

Oki menegaskan kasus yang dialami kliennya ini akan terus diusut hingga tuntas. Ia berharap dari kejadian ini bisa memberi warning kepada para anggota dewan yang lain agar tidak melakukan hal yang sama. 

"Kami tetap gulirkan perkara ini sampai ke dewan. Karena jangan sampai masalah ini jadi langganan, artinya jangan sampai ada pihak dewan yang mengikut hal seperti ini. Lalu jangan merasa ini perempuan terus ini di zolimin. Langkah hukum lainnya juga kami masih melihat, baik itu perdata atau pidana itu masih bisa," pungkasnya. 

Sementara itu Anggota BK DPRD Balikpapan, Aminuddin mengaku kasus ini sudah dibahas di DPRD Balikpapan sampai ke Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh.

Bahkan sebelumnya kedua belah pihak rencananya akan melakukan penyelesaian permasalahan melalui pertemuan. 

"Perlu diketahui, kami di BK sudah bermusyawarah langkah-langkah apa yang harus kita lakukan. Sebelumnya juga sudah dikomunikasikan untuk yang bersangkutan melakukan penyelesaian masalah melalui pertemuan, cuma sudah atau tidak saya juga kurang tahu," ungkapnya. 

Aminuddin membenarkan akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk membicarakan peemasalahan ini. Namun pihaknya tentu melangkah dengan hati-hati agar tidak ada kedua belah pihak yang merasa tak puas. 

"Insya allah hari Jumat aja pertemuan kita lakukan secara persuasif oleh BK kepada yang bersangkutan," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar