40 Jenis Dokumen Disita KPK Saat Penggeledahan di Kantor Pemkab PPU

KBRN, Penajam - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyita sejumlah dokumen selama penggeledahan di kantor Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (17/1). Terdapat dua koper yang dibawa penyidik usai penggeledahan selama sembilan jam lamanya. 

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan pengembangan dugaan kasus suap yang dilakukan oleh sejumlah pejabat di Pemkab PPU salah satunya sang Bupati Abdul Gafur Masud (AGM). Nampak penyidik menyita sejumlah dokumen dari ruang kerja bupati dan Plt sekda PPU. 

"Penggeledahan ini bagian dari lanjutan OTT kemarin. Ada beberapa dokumen yang kami amankan untuk bahan klarifikasi. Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi Jubir (Ali Fikri)," kata salah seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya itu. 

Ditanya apakah akan melakukan penggeledahan selanjutnya di Pemkab PPU ataupun tempat lain terkait Kasus OTT Bupati, ia belum dapat memastikannya. 

"Kita lihat situasi apakah ada kelanjutan penggeledahan atau tidak," ujarnya. 

Saat proses penggeledahan, Plh Bupati PPU Hamdam sempat dipanggil tim penyidik KPK ke ruang bupati yang digeledah. 

"Iya saya dipanggil mereka tadi hanya menyampaikan kalau proses penggeledahan sudah selesai," ungkapnya. 

Hamdam mengatakan dalam berita acara penggeledahan penyidik KPK, sedikitnya 40 jenis dokumen yang disita. Setelah penggeledahan, ruang kerja Bupati, Plt sekda dan Kepala Dinas DPKP yang telah disegel bisa diakses kembali setelah penyidik melakukan penggeledahan. 

"Sudah kembali dibuka ruang yang disegel itu," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar