Terancam 9 Tahun Penjara, Ini Pembelaan Pengacara Terdakwa Kasus Tipikor Dana Desa Kampung Dasaq

KBRN, Sendawar : Pengacara terdakwa kasus korupsi dana desa di kampung Dasaq Kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat angkat bicara. Mereka membela kliennya masing-masing usai Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kubar menuntut empat terdakwa dengan hukuman masing-masing 6 tahun penjara.

Bahkan hukumannya bisa bertambah hingga 9 tahun lebih. Pasalnya dalam tuntutan yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda 28 Juli lalu, JPU juga mewajibkan para terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti masing-masing Rp123.155.565.

Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun," sebut JPU dalam amar tuntutannya.

BACA JUGA: 4 Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa Kampung Dasaq Dituntut 6 Tahun Penjara

Sidang kasus Tipikor Dana Desa kampung Dasaq, di PN Samarinda. Foto dok.Kejari Kubar

Adapun 4 terdakwa perkara rasuah itu antara lain Mardonius Raya sebagai kepala kampung Dasaq, Yeheskel sebagai sekertaris atau juru tulis, Novia Betsi sebagai bendahara dan Fahril Husaini sebagai kaur pembangunan sekaligus pelaksana kegiatan.

Para terdakwa dibawa ke meja hijau karena diduga menyalahgunakan dana desa tahun 2017 di kampung Dasaq hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 513 juta.

Radius, dari kantor Rabin Rabahni dan rekan yang merupakan penasihat hukum dari terdakwa Novia Betsi menyebut kliennya tidak seharusnya dihukum sama dengan tiga terdakwa lain.

Alasannya Novia Betsi hanya sebagai bendahara yang mengeluarkan dana sesuai perintah.

“Peran klien kami ini hanya membayar, bukan orang yang menentukan kebijakan,” kata Radius saat diminta tanggapan melalui sambungan telpon di Sendawar, Jumad (13/8/2021).

Alasan lainnya karena Novia sudah bersikap kooperatif sejak awal bahkan menyerahkan uang pengganti Rp 17 juta kepada penyidik Polres Kubar usai ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian kliennya juga memiliki dua orang anak balita yang masih membutuhkan pengasuhan seorang ibu. Selain itu Novia Betsi juga belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama di persidangan.

Radius berharap majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda mempertimbangkan alasan-alasan itu dalam putusannya.

BACA JUGA: Selain Hukuman Penjara, 4 Terdakwa Kasus Tipikor DD Kampung Dasaq Diwajibkan Bayar Uang Pengganti Rp 123 Juta Per Orang

Iswan Noor - Kasi Pidsus yang juga tim JPU Kejari Kubar saat mengikuti sidang kasus Tipikor dana desa di PN Samarinda. Foto Dok.Kejari Kubar

Sementara itu Yunanto, pengacara terdakwa Yeheskel dan Fahril Husaini tidak sependapat dengan tuntutan JPU, yang menjatuhkan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 200 juta, serta membayar uang pengganti Rp. 123.155.565.

“Jaksa Penuntut Umum tidak cermat menyusun Amar Tuntutan, oleh karena Tuntutan telah dibacakan dan telah ditandatangani serta tidak ada koreksi sehingga Tuntutan ini dianggap sah,” sebut Yunanto.

Pernyataan Yunanto itu merujuk pada isi amar Tuntutan JPU soal uang denda yang mengalami perbedaan, gara-gara salah penulisan angka dan huruf. Dimana dalam amar tuntutan ke dua JPU menulis:

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I, Mardonius Raya Anak dari Rampan (Alm), Terdakwa II, Yehskel Anak dari Enos Atak (Alm), Terdakwa III, Sdri Novia Betsi,Terdakwa IV, Fahril Husaini oleh karena itu masing-masing selama 6 (enam) tahun dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa, dengan perintah terdakwa tetap ditahan, dan denda masing-masing Terdakwa sebesar Rp.200.000.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider selama 6 (enam) bulan kurungan.

Angka Rp.200.000.000.000 itu adalah Dua ratus miliar rupiah, bukan dua ratus juta rupiah.

“Selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya nasib Terdakwa II Yeheskel S.Pd anak dari Enos Atak (Alm)  dan Terdakwa IV Fahril Husaini bin Sawa (Alm) kepada majelis hakim yang terhormat dengan harapan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya dengan mempertimbangkan bukti-bukti surat yang kami sampaikan dalam persidangan, serta keterangan saksi yang ada relevansinya  sebagai fakta bukan hanya yang tertulis dalam berita acara pemeriksaan terdakwa saja,” urai Yunanto dalam nota pembelaan yang telah dibacakan dalam sidang di PN Samarinda beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kejari Kutai Barat Prioritaskan Kasus Korupsi BPBD

Yunanto juga berharap majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dua kliennya.

Sebab baik Yeheskel maupun Fahril Husaini berterus terang dan tidak mempersulit jalannya persidangan dan berlaku sopan di persidangan. Selain itu Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

Dengan berbagai fakta persidangan dan hal-hal yang diuraikan penasihat hukum maka, Yunanto memohon kepada majelis hakim agar mengabulkan pembelaan yang telah ia sampaikan.

Dia juga memohon majelis hakim yang memutus perkara itu agar membebaskan Terdakwa Yeheskel  dan Fahril Husaini dari segala tuntutan hukum (vrijspraak), atau setidak-tidaknya menyatakan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van vervolging).

“Menyatakan membebaskan Terdakwa Yeheskel S.Pd Anak dari Enos Atak (Alm)  dan Terdakwa IV Fahril Husaini bin Sawa (Alm) dari membayar denda dengan segala akibat hukumnya,” pinta Yunanto.

“Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon agar putusan yang seadil-adilnya (ex a quo et bono) bagi terdakwa,” harap Yunanto di akhir pledoinya.

Kejari Kubar Kirim 4 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa ke Lapas Samarinda dan Tenggarong

Sementara terdakwa Mardonius Raya selaku petinggi kampung Dasaq juga memakai jasa pengacara berbeda. Namun hingga berita ini disusun tim Penasihat hukumnya belum berhasil dihubungi.

Rencananya sidang lanjutan akan digelar tanggal 18 Agustus mendatang.

Tonton juga perjalanan kasus DD Kampung Dasaq :

Punya Balita dan Siap Kembalikan Uang Korupsi DD, NB Ajukan Penangguhan Penahanan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00