Ratusan Mahasiswa UT Dapat Beasiswa dari Pemda Kubar

KBRN, Sendawar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memberikan bantuan beasiswa untuk ratusan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka (UT). Rata-rata tiap mahasiswa mendapat biaya subsidi kuliah antara Rp 3-5 juta.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung sumber daya manusia di bidang pendidikan. Sehinga diharapkan semakin banyak masyarakat kita yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sejalan dengan misi kita yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing,” ujar wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa UT Pokjar Tunas Mandiri Kubar di gedung ATJ Kompleks perkantoran, Senin (2/12/2019).

Dengan bantuan itu Edyanto berharap UT ikut berkontribusi dalam menyiapkan SDM yang unggul dan berkualitas.

“Kedepan UT ini tidak hanya kuantitasnya yang banyak tetapi kualitas juga harus baik dan bisa bersaing,” harap wabup.

Pengelolah UT Tunas Mandiri Melak Kutai Barat Erda Mayasari melalui bendaharawan Yultianingsih mengatakan dalam dua tahun terkahir pemda Kubar mensubsidi biaya kuliah untuk 100 lebih mahasiswa dengan anggaran mencapai Rp. 300 juta.

“Dari tahun kemarin kurang lebih Rp 300 juta untuk beasiswa 100 lebih mahasiswa,” katanya.

Sebagai ungkapan terima kasih pihaknya meminta wakil bupati Edyanto Arkan melepaskan mahasiswa semester akhir.

“Makanya kami mengadakan acara ramah-tamah antara Kelompk belajar (Pokjar), mahasiswa dengan tutor karena selama ini pemerintah sudah banyak membantu kami terutama beasiswa untuk mahasiswa kami. Dan ada juga pelepasan mahasiswa semester akhir sebanyak 90-an. Mereka ini dari ijazah SMA sudah siap jadi calon sarjana,” lanjut Yuli.

Dia menambahkan selama ini UT kerap dipandang sebelah mata. Padahal Universitas Negeri tersebut sudah meluluskan ribuan mahasiswa.

“Kami mengharapkan bahwa masyarakat tahu di Kubar ini ada UT Pokjar Tunas Mandiri yang siap membantu teman-teman calon mahasiwa untuk mewujudkan cita-cita mereka demi masa depan yang lebih baik. Dan tentunya tidk lepas dari kebaikan pemerintah yang selama ini sudah mendukung dan menyokong kami baik suport materi dan motivasi sehingga UT ini terus berjalan,” sambungnya.

Meski baru di buka sudah ada 463 mahasiswa yang mengenyam pendidikan di UT.

“Karena UT ini satu-satunya univesitas negeri yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan sistem kuliah sambil kerja. Sehingga memudahkan mahaswa. Kami sekarang membuka prodi S1 PGSD, administrasi negara, hukum, managemen, bahasa dan sastra, bahasa Inggris, administrasi publik dan pascasarjana,” beber Yuli.

“Mahasiswa kita juga dapat beasiswa per orang sekitar Rp 5.000.000 setahun. Tapi karena tidak bisa tiap tahun dapat makanya dibag-bagi ke Pokjar lain juga. Tahun ini dari 100 lebih mahasiswa ada 10 lebih yang dapat beasiswa,” tambah Jahariah pengelolah UT Pokjar Kutai Barat.

“Ini baru bertemu dengan direktur UT Cabang Samarinda untuk membantu adik-adik mahasiswa,” jelas mantan Kadisdukcapil tersebut.

Baca Juga: Tawarkan Kuliah Sambil Kerja, UT Banjir Mahasiswa

Kepala bidang pembinaan ketenagaan dinas pendidikan dan kebudayaan Kubar Ismail Panji menyebut pemda Kubar mensubsidi biaya pendidikan hampir semua lini.

“Dulu kebetulan saya yang mengurus juga di UT itu memang ada beasiswa untuk teman-teman mahasiwa. Sekarang sudah 5 pokjar UPBJJ Cabang Samarinda yang ada di Kubar. Karena mayoritas mahasiswa ini kan guru tentunya untuk peningkatan kompetensi maka pemda memberikan biaya beasiswa,” ungkapnya.

“Hanya sekarang ini ada yang diajukan langsung oleh mahasiwa baik melalui dinas pendidikan ada juga mungkin lewat kesrasos. Kalau yang SD sampai SMA itu memang sudah tidak ada lagi biaya SPP,” tutup Ismail.

UT memang masih jadi pilihan sebagian mahasiwa di Indonesia untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sejak berdiri tahun 1984 UT setidaknya sudah  meluluskan 1,3 juta orang. Bahkan di era persaingan dunia pendidkan yang makin ketat seperti sekarang ini, UT tetap menempatkan diri sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang jadi rujukan calon mahasiswa.

Apalagi UT diberi tugas dari pemerintah, yaitu harus bisa melayani perkuliahan bagi masyarakat Indonesia baik di perkotaan maupun daerah pelosok. Tugas itu juga dijawab dengan dibuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di seluruh Kabupaten/Kota.

Sehingga diharapkan dengan bantuan pemda tersebut memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa UT bisa diandalkan untuk mencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00