Bersama Disnakeswan, KAMMI Kaltimtara Komitmen Amankan Hari Raya Qurban dari PMK

KBRN, Samarinda : Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) se-Kaltimtara melaksanakan Audiensi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Munawar S. T, M. Si bersama Jajarannya dengan Perwakilan KAMMI Kaltimtara oleh Sekertaris Jenderal Aulia Furqon dan beberapa orang dari pengurus dengan tajuk "PMK Menyebar Luas, Jaminkan Keamanan dan Kesehatan Kurban Kaltim".

Audiensi dilaksanakan dalam rangka membahas kesiapan Disnakeswan menyambut Hari Raya Kurban yang di tahun ini terasa berbeda karena masifnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia Senin (4/7/2022). 

Audiensi yang diinisiasi oleh KAMMI Kaltimtara dalam rangka menyuarakan keresahan masyarakat yang semakin meningkat pasca kabar miring tentang buruknya keamanan proses distribusi hewan ternak, stok kurban Kaltim yang tidak mencukupi target, harga hewan ternak yang melonjak tinggi dan jaminan keamanan hewan kurban yang terbukti memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta terbebas dari PMK.

Keresahan yang dibawa berasal dari survey yang dilakukan pada beberapa pedagang lapak hewan kurban dan aspirasi beberapa lembaga terkait, yang mengurusi kurban tahun ini.

Kepala Dinas peternakan dan kesehatan hewan Kaltim Munawar membuka  agenda audiensi dengan memaparkan sejauh apa persiapan dinas menuju Hari Raya Kurban dan pasca pelaksanaan momen besar tahunan ini.

Beberapa hal yang dipaparkan diantaranya tentang stok hewan ternak telah memenuhi target kebutuhan Kaltim bahkan surplus dari target 14.629 menjadi 14.968 ekor.

Selain itu, Munawar juga menyampaikan sangat disayangkan bahwa populasi hewan ternak Kaltim sampai hari ini belum bisa disebut swasembada karena masih perlu mendatangkan dari daerah lain untuk mencukupi target stok kebutuhan khususnya menyambut hari raya kurban dan kebutuhan tahunan daging.

Sementara itu, Sekjen KAMMI Kaltimtara Furqon, menyampaikan soal pentingnya swasembada pangan dan kesiapan Kalimantan Timur hadapi krisis.

Menyambung penyampaiannya ia menyatakan bahwa mayoritas pedagang hewan qurban di Kaltim masih memerlukan edukasi lebih tentang virus PMK. Ia juga menyoroti keadaan pengiriman hewan ternak yang tidak sesuai prosedur dan bahkan bisa dianggap tidak bisa dijamin keamanannnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar