Pembangunan Kampus Utama Unmul di IKN Terhalang Pandemi

KBRN, Samarinda : Rencana Universitas Mulawarman membangun kampus utama di kawasan Ibu Kota Negara Baru telah mendapat restu dari Kementerian Kehutanan. Unmul mendapat lahan seluas 2.500 hektar untuk pembangunan kampus Unmul yang terletak sekitar 20 kilometer dari Pusat IKN sisi Samboja.

Rektor Unmul Profesor Masjaya kepada RRI mengatakan pihaknya saat ini menunggu SK dari Kementerian Kehutanan terkait perubahan fungsi dari hutan konservasi ke penggunaan lain. Sehingga pembangunan kampus di areal yang masuk dalam Taman Hutan Raya Bukit Soeharto itu bersifat legal.

Profesor Masjaya mengakui pandemi Covid 19 membuat tahapan pembangunan kampus utama Unmul di lokasi IKN terhambat.

"Kita berharap pembangunan Kampus utama ini bisa bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan IKN. Tetapi karena adanya pandemi ini membuat tahapan menjadi mundur," aku Masjaya kepada RRI Senin, (27/09/2021).

Pada tahap awal, Kampus utama akan memprioritaskan bangunan sejumlah fakultas yakni Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Farmasi dan Kedokteran serta Fakultas Ilmu Budaya. Fakultas dan prodi prioritas ini menyesuaikan dengan keperluan SDM  penunjang pembangunan IKN sehingga pemindahannya bersifat mendesak.

Sementara, gedung lama Unmul di Kota Samarinda menurutnya akan tetap  menjadi aset Unmul untuk pemanfaatan lain. Prof. Masjaya berharap pembangunan kampus Utama segera memasuki fase peletakkan batu pertama yang dinilainya menjadi kado bagi Unmul yang Hari ini berusia 59 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00