Sejarah Dibentuknya Paskibraka

Foto : Youtube Sekretariat Presiden

KBRN, Samarinda : Dilansir dari laman rri.co.id, Presiden Joko Widodo melantik pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/8/2022), yang akan bertugas pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77, di Istana Negara, Rabu (17/8/2022).

Sejarah dibentuknya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) muncul pada tahun 1946 yang kemudian tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0065 Tahun 2015 tentang Penyelanggaran Kegiatan Pengibar Bendera Pusaka.

Dikutip dari suaramerdeka, bermula saat Presiden Soekarno memanggil ajudannya yaitu Mayor Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara kenegaraan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

Mayor Husein Mutahar berpikir bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, Pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda Indonesia.

Kemudian dia menunjuk lima orang pemuda, yang terdiri dari 3 orang putri dan 2 orang putra, sebagai perwakilan daerah yang berada di Yogyakarta untuk melaksanakan pengibaran Bendera Pusaka.

Akan tetapi, istilah Paskibraka sebenarnya baru dicetuskan pada tahun 1973, yang dirumuskan oleh Idik Sulaeman yang tidak lain adalah adik Husein Mutahar.

Formasi Paskibraka pun mulai dikembangkan lagi pada tahun 1967. Pada saat itu, Husein Mutahar pun kembali dipilih sebagai sosok yang dipercaya untuk mengurusi Paskibraka.

Dia menerima perintah dari Soeharto untuk mengembangkan Paskibraka menjadi tiga kelompok yang seirama dengan momen Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 atau 17 – 8 – 45.

Kelompok 17 sebagai Pengiring atau Pemandu, yang terdiri dari 25 orang anggota Paskibraka yang dipimpin oleh satu orang komandan kelompok.

Kelompok 8 sebagai Pembawa atau Inti, yang terdiri dari 8 anggota Paskibraka yang dipimpin oleh seorang komandan kelompok, serta 4 orang anggota TNI yang memagari di kanan dan kiri.

Terakhir, kelompok 45 sebagai Pengawal yang terdiri dari 45 anggota TNI atau Polri dengan senjata lengkap yang dibagi menjadi 4 kelompok serta dipimpin oleh 4 orang komandan regu di setiap kelompoknya.

Formasi tersebutlah yang digunakan oleh Paskibraka yang bertugas di Istana Merdeka untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setiap upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia sampai saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar