Cara Validasi NIK untuk NPWP

KBRN : Samarinda, Direktorat Jendral Pajak (DJP) meluncurkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang berlaku mulai 14 Juli 2022. Penggunaan NIK sebagai NPWP tersebut akan ditransisikan sampai dengan 2023, dan berlaku 1 Januari 2024 secara penuh.

Dilansir dari ortax.org, penggunaan NIK sebagai NPWP ini tentunya harus tervalidasi melalui sistem. Maka dari itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara langsung memberikan petunjuk cara pemutakhiran data/validasi dengan langkah-langkah berikut :

  1. Log In pada laman DJP Online Sebelum memvalidasi NIK, Wajib Pajak pemilik NPWP diminta untuk log in melalui akun DJP Online masing-masing. Wajib Pajak akan diminta untuk memasukkan NPWP, Kata Sandi, Kode Keamanan, lalu klik Login.
  2. Pemutakhiran / Konfirmasi Data. Pada laman utama menu “Profil” Wajib Pajak akan diminta untuk melihat keterangan validasi. Jika pada kolom keterangan validasi Wajib Pajak tertulis ‘Perlu Dimutakhirkan’ atau “Perlu Dikonfirmasi”. Status tersebut menunjukkan Wajib Pajak perlu melakukan validasi NIK. 

         Data yang harus di mutakhirkan diantaranya

  • Data Utama yang meliputi nama, NPWP 15 digit, NIK/NPWP 16 digit, tempat dan tanggal lahir serta status validasi.
  • Data Lainnya meliputi input data nomor telepon dan data email.
  • Data KLU yang meliputi pemutakhiran yang ada pada indikator KLU, Input KLU dan data lain atas pekerjaan bebas, Input KLU dan data lain atas pekerjaan lainnya, memilih KLU untuk pekerjaan dalam hubungan keluarga
  • Input KLU dan data lain atas kegiatan usaha

Apabila sudah yakin dengan data tersebut maka silahkan pilih “Ubah Profil”.

Demikian cara validasi NIK untuk NPWP. Sehingga untuk log in ke DJP online bisa juga menggunakan NIK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar