5 Negara Ini Berhasil Mengatasi Banjir dengan Teknologi Canggih

G-Cans Jepang

KBRN, Samarinda : Banjir kerap kali datang terutama ketika tiba musim penghujan. Namun sebenarnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan bencana ini terus datang melanda. Selain curah hujan yang tinggi, sistem penanggulangan banjir yang diterapkan masih kurang memadai.

Beberapa negara yang kerap dilanda banjir, bisa membuktikan dengen mengembangkan teknologi, mereka akhirnya bisa meminimalisir   bencana tersebut.  

Berikut 5 negara dengan sistem penghalang banjir yang super canggih:

1. Jepang

Dalam mengatasi banjir, Jepang   berhasil mengembangkan   sistem pertahanan banjir yang disebut G- Cans. G-Cans adalah penampungan air  yang terletak di sebelah utara kota Tokyo, tepatnya 22 meter di bawah tanah Kasukabe. Tinggi drainase ini mencapai 25,4 meter dan disangga pilar-pilar raksasa setinggi 70 meter.

Proyek yang dibangun baru rampung setelah 23 tahun itu terdiri dari kanal-kanal dan lima ruangan besar. Dikutip laman Wired, masing-masing ruangan mampu menampung hingga 13 juta galon air.

2. Malaysia

Akibat dari menurunnya kapasitas sungai dan pembangunan di Kota Metropolitan Malaysia, Kuala Lumpur, juga sulit terhindar dari masalah banjir. Oleh karena itu, pemerintah setempat kemudian membuat   sistem pengendalian banjir yang disebut Stormwater Management and Road Tunnel (SMART).

Proyek ini terdiri dari pembangunan terowongan (bypass tunnel) sepanjang sekitar 9,7 meter,  twin box culvert outlet structure, dan   kolam-kolam penampung air. Dari hasil pengembangan sistem tersebut, SMART mampu menampung air banjir hingga tiga juta meter kubik.

3. Brazil

Sistem inovatif yang diterapkan oleh salah satu kota di Brasil, Curitiba.   Curitiba memakai pola pembangunan ‘radial segaris-bercabang’ (radial linear-branching pattern). Sistem tersebut berhasil mengatasi banjir dengan dengan  mengubah area yang rawan banjir menjadi taman dan danau buatan untuk menampung air.  

Strategi ini dinilai lebih efektif   dan murah jika dibandingkan dengan membuat saluran kanal banjir untuk merelokasi wilayah terdampak banjir. Dengan perencanaannya yang cerdas dan inovatif ini, Curitiba berhasil menghindari kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan.  

4. Belanda

Pemerintah Negeri Kincir Angin pun kini telah berhasil membangun mega proyek yang bernama Delta Plan atau Delta Works untuk mengendalikan banjir. Setelah banjir laut utara pada 1953, Delta Plan ini dibangun untuk menutup laut Zuiderzee dengan tanggul sepanjang 30 km.

Selain itu, Belanda juga membuat waduk darurat yang terdiri dari taman kota, area publik, serta lapangan basket. Maksudnya, jika sewaktu-waktu banjir melanda kota, tempat itu dapat beralih fungsi menjadi waduk darurat yang menampung dan menyalurkan air banjir.  

5. Austria

Cara menarik untuk menangani banjir ini juga diterapkan oleh Kota Green, Austria. Pemerintah setempat memiliki caranya sendiri dalam mengatasi banjir yang melanda wilayahnya akibat luapan sungai Danube. Tak lain dengan menggunakan dinding anti banjir berteknologi mutakhir dengan tinggi 3,6 meter.

Saat terjadi banjir pada 2013, teknologi ini berhasil mengantisipasi banjir yang akan menerjang daratan. Maka tak heran bila sistem anti tersebut menjadi semakin terkenal. Uniknya lagi, ketika banjir sudah mulai reda, dinding tersebut bisa dipindah-pindah dan bisa dilepas.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00