Ban Tanpa Udara, Ban Ramah Lingkungan dan Anti Ranjau Paku

Foto : Kompas.com

KBRN, Samarinda : Sering kena jebakan ranjau paku yang mengakibatkan ban kempis atau bocor? Ada kabar baik dari pabrikan ban asal Perancis, Michelin, beberapa waktu lalu sempat mengenalkan Ban Tanpa Udara, ban dengan teknologi terbarunya yang disebut Unique Puncture-Proof Tyre System atau Uptis.

Sesuai dengan namanya, keunikan dari ban tersebut karena tak menggunakan udara. Dengan demikian, otomatis tak perlu repot mengecek tekanannya, apalagi khawatir soal kasus ban pecah.

Dilansir cnnindonesia.com,  ban mobil tanpa udara akan mulai dijual pada 2024. Ban tanpa udara ini lebih unggul dari ban tubeless biasa dan mengurangi risiko ban kempis di jalan.

Oleh perusahaan, ban ini dinamai Unique Puncture-Proof Tire System (Uptis). Karena teknologinya, bisa dipastikan ban anti ranjau paku.

Dilansir dari Paultan, ban Uptis merupakan kombinasi dari ban aluminium dengan struktur penahan beban yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat kaca (GFRP) serta campuran karet fleksibel. Dengan komposisi tersebut, ban ini disebut tetap sesuai digunakan pada pelek konvensional.

Pengembangan ban anti-ranjau ini disebut akan mengurangi dampak lingkungan. Survei internal Michelin menyatakan 20 persen ban dibuang lebih awal setiap tahun karena kempis atau cepat kehilangan tekanan, serta penggunaan tidak biasa yang menyebabkan kerusakan. Hal ini menyebabkan kehadiran 200 juta sampah ban yang setara dengan 200 kali berat Menara Eiffel.

Ban ini disebut dapat meningkatkan produktivitas penggunanya karena tidak perlu mengecek tekanan ban dan melakukan perbaikan akibat ban bocor atau kempis.

Kemudian inovasi selanjutnya setelah ban tanpa udara ini bisa didesain ulang pada bagian tapaknya, dengan kata lain tapak ban yang sudah aus bisa dibentuk kembali dengan menggunakan teknologi printing tiga dimensi pada karet ban.

Pada bagian tapak juga memungkinkan untuk diubah alur tapak ban agar sesuai dengan penggunaan. Bobot untuk satu ban juga juga diakui sangat ringan, tidak seperti ban konvensional yang beratnya sekitar 20 kg.

Inovasi-inovasi tersebut adalah langkah yang dilakukan Michelin untuk mencapai tujuan perusahaan pada 2050 membuat ban yang sepenuhnya ramah lingkungan baik bahan maupun prosesnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00