Bumi Meredup, Dampak Perubahan Iklim

ilustrasi Bumi

KBRN, Samarinda: Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Big Bear Solar Observatory di California Selatan, Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa bumi memantulkan lebih sedikit cahaya karena iklimnya terus berubah. 

Dilansir republika, penelitian yang menggandeng Cloud NASA, Earth's Radiant Energy System (CERES), dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) ini berupaya untuk memodelkan bagaimana awan akan merespons perubahan iklim dan bagaimana respons tersebut nantinya akan membentuk iklim di masa depan. 

Penelitian ini bergantung pada pengamatan selama 2 dekade sebuah fenomena yang disebut earthshine yang merupakan cahaya yang dipantulkan bumi ke permukaan sisi gelap bulan, dikombinasikan dengan pengamatan satelit reflektifitas bumi, atau albedo, dan kecerahan matahari. Fitur yang berbeda di bumi mencerminkan jumlah cahaya yang berbeda, lautan sangat sedikit dan daratan dua kali lebih banyak.

"Selama rentang 2 dekade penuh, jumlah cahaya yang dipantulkan bumi turun sekitar 0,5 persen atau setengah watt lebih sedikit cahaya per meter persegi," ungkap penelitian tersebut, dikutip dari laman Space.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00