200 Aplikasi Android Ini Berisi Malware Bisa Kuras Kantong

KBRN, Samarinda: Sebuah perusahaan keamanan siber yang menemukan Kampanye malware skala besar diketahui telah menginfeksi 10 juta pengguna Android di 70 negara. Malware ini dilaporkan sudah mencuri ratusan juta Euro dari semua korbannya.

Zimperium menyebut malware berbahaya itu dengan nama 'GriftHorse' dan diyakini telah aktif selama lima bulan, antara November 2020 dan April 2021

Malware ini ditemukan di 200 aplikasi Android, dan menjadikannya salah satu kampanye penipuan terbesar yang ditemukan tahun ini. Jutaan korbannya juga tersebar di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Brasil, Australia, India, Indonesia, dan lain-lain.

Dikutip dari The Hacker News, peneliti Zimperium Aazim Yaswant dan Nipun Gupta dalam laporannya mengatakan Aplikasi Android nakal yang berisi trojan GriftHorse juga berasal dari kategori yang beragam mulai dari tools, hiburan, personalisasi, gaya hidup, kencan online, dan lain-lain. Salah satu aplikasi Android yang ikut menyebarkan malware ini adalah Handy Translator Pro yang sudah diunduh lebih dari 500.000 kali.

Sama seperti trojan perbankan kebanyakan, GriftHorse tidak mengeksploitasi celah keamanan di sistem operasi Android. Setelah pengguna mengunduh aplikasi berisi GriftHorse, malware ini memanfaatkan kelengahan korban dan menggunakan rekayasa sosial untuk mendaftarkan nomor korban ke layanan SMS premium berlangganan.

Zimperium memperkirakan operator GriftHorse bisa mengantongi jutaan Euro dari korbannya setiap bulannya, dan total uang yang dicuri selama operasinya diperkirakan mencapai ratusan juta Euro.

Operator GriftHorse juga cukup cerdik karena malware ini berhasil menghindari deteksi antivirus. Zimperium pun langsung melaporkan temuannya ke Google dan ke-200 aplikasi nakal yang berisi GriftHorse telah ditendang dari Google Play Store.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00