Hetifah Dorong Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Sosial Akibat Covid 19

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo menyiapkan Rp 110 Triliun untuk sejumlah bantuan sosial (social saffety net) bagi masyarakat dalam menanggulangi dampak ekonomi dari merebaknya virus Covid-19. Program bantuan sosial yang digelontorkan antara lain adalah program keluarga harapan, kartu sembako, dan subsidi listrik.

Menanggapi hal tersebut, Hetifah Sjaifudian selaku wakil ketua umum Partai Golkar yang juga Anggota DPR RI dapil Kaltim menyatakan, pihaknya mengapresiasi langkah presiden ini. “Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat", ungkapnya kepada RRI Jumat (3/4/2020).

Menurut Hetifah, kebijakan pembatasan sosial maupun fisik sejak beberapa pekan lalu sudah mulai terasa dampak ekonominya, terutama bagi masyarakat di lapisan terbawah sehingga Pemerintah perlu segera memberikan bantuan konkrit.

Meski begitu, Hetifah mengingatkan Pemerintah agar bantuan tersebut disalurkan tepat guna dan tepat sasaran.

“Pendataan harus dilaksanakan secara akurat. Semua pihak dari pemda sampai di tingkat RT, RW, kelurahan dikerahkan untuk mencatat, jangan sampai ada warga yang membutuhkan tapi tidak terdaftar. Jenis bantuan harus sesuai dengan kebutuhan tiap individu yang berbeda-beda,” papar Politisi Golkar itu.

Selain tepat guna dan tepat sasaran, Hetifah juga menekankan pentingnya bantuan ini disalurkan tepat waktu.

“Kita disini berpacu dengan waktu. Bantuan tersebut sangat urgent untuk segera sampai di tangan yang membutuhkan, karena itu esensial bagi mereka untuk melanjutkan kehidupannya. Banyak yang bergantung dengan upah harian dan sekarang tidak punya penghasilan lagi,” jelasnya.

Hetifah yang juga merupakan wakil ketua Komisi X DPR RI ini menegaskan, kementerian harus bergerak ekstra cepat. 

“Saya harap semuanya bekerja ekstra cepat dari proses pendataan, perencanaan, hingga penyaluran. Jangan sampai masalah birokrasi menghambat penyaluran bantuan. Harus langsung sampai ke tangan masyarakat dalam hitungan hari, karena ini langsung berurusan dengan keberlangsungan hidup seseorang.” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00