Merebaknya Covid 19,Bapenda kaltim tutup sementara layanan Samsat,di ganti dengan E-Samsat

KBRN, Samarinda : Menindaklanjuti telegram Kapolri Nomor ST/967/III/Yan1.1/2020 Tanggal 23 Maret 2020 Tentang Penutupan Sementara Yan Satpas/Gerai Simling dan Samsat Sejak Tanggal 24 Maret - 29 Mei 2020, Tim Pembina Samsat Kalimantan Timur yang terdiri dari unsur Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Prov. Kaltim, Ditlantas Polda Kaltim, dan PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kaltim memutuskan untuk menutup pelayanan kesamsatan di Kaltim sejak 24 Maret hingga 29 Mei 2020.

Berbicara Via telp Selulernya ,Rabu (25/3/2020) kepada RRI, Kepala Bapenda Prov Kaltim Hj. Ismiati mengatakan, Pemprov Kaltim lewat Bapenda mendukung penuh segala upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di ruang pelayanan publik. Adapun layanan samsat yang ditutup sementara adalah Samsat Induk, Samsat Cabang Pembantu, Samsat Keliling, Samsat Desa, Samsat Terapung, dan Samsat Drive Thru.

"Kami hanya menutup layanan tatap muka. Wajib pajak tetap bisa membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan melalui Samsat Online atau e-Samsat," terangnya.

Dengan dukungan inovasi e-Samsat Mobile, Ismiati memastikan kesiapan sistem milik Bapenda dapat menunjang secara penuh selama masa penutupan sementara layanan tatap muka di Kantor Samsat. Dia menyebutkan, sejak imbauan pembayaran melalui channel e- Samsat digaungkan, terjadi peningkatan penggunaan channel tersebut sampai dengan 87 persen.

"Masyarakat pun tidak perlu khawatir. Sebab, selama layanan Samsat ditutup sementara, pemerintah tidak memberikan denda PKB dan denda sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas  jalan (SWDKLLJ) apabila  belum  bisa  membayarkan  pajak  kendaraannya  ketika  jatuh tempo pada periode 24 Maret sampai 30 Juni 2020 atau saat penutupan layanan," jelasnya

Kemudahan lain yang dihadirkan Bapenda juga bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin mengetahui tentang info pajak kendaraan. Hal tersebut bisa diakses melalui simpator.kaltimprov.go.id. Di dalam website tersebut juga bisa dilihat realisasi penerimaan PKB dan BBNKB yang tersaji secara realtime.

Disisi lain, dari Petunjuk Gubernur, Bapenda Bakal meniadakan Denda bagi wajib pajak di Kaltim pertanggal 24 Maret yang terlambat membayarkan pajak tahunnannya karena Wabah Covid 19 ini.

Kedepan, Ismiati pun mengajak wajib pajak di seluruh lapisan masyarakat agar tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan protokol pencegahan Covid-19 dengan #DiRumahAja serta melaksanakan pola hidup sehat.

"Bersama kita berdoa agar Bangsa Indonesia dapat mengatasi dan melewati pandemi ini secepatnya. Khususnya di Kaltim,"Tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00